RI Minta Hemaco Segera Realisasikan Kilang Selayar
Rabu, 30 Mei 2007 16:23 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perusahaan minyak asal Kuwait, Hemaco Kuwait General Trading & Contracting segera merealisasikan pembangunan kilang Selayar di Sulawesi Selatan.Permintaan itu disampaikan Presiden usai pembicaraan bilateral dengan PM Kuwait Sheikh Nasser Al Mohammad Al Ahmad Al Sabah, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/5/2007)."Kita berharap proyek itu dapat segera diwujudkan karena keberadaan kilang di Indonesia Timur sangat membantu untuk distribusi BBM disana," ungkap presiden.Presiden menjelaskan, pembicaraan antara pertamina dan mitranya dari Kuwait terus berjalan karena ada sejumlah isu yang harus diselesakan. Misalnya saja mengenai pergantian kepemilikan di Hemaco."Dengan pergantian kepemilikan itu, Kuwait berjanji Juli 2007 akan dilakukan pembahasan lebih intensif," jelasnya."Ini musti menunggu penyelesaian konkrit. Lalu ada masalah kepastian crude oil yang akan dibawa dari Kuwait ke Kilang itu andai nanti jadi dibangun," tambahnya. Sementara pemerintah masih mematangkan soal insentif perpajakan yang akan diberikan. Soal insentif pajak ini, Kepala BKPM Muhammad Lutfi mengatakan, ada tiga opsi yang bisa diberikan yakni tax holiday, tax reduction dan tax allowance. "Akan kita bahas mulai Juli," ujarnya.Kerjasama Energi dan KeuanganDalam kesempatan itu, Presiden juga mengungkapkan bahwa Indonesia dan Kuwait akan menjajaki kerjasama bidang energi dan keuangan."Menkeu Kuwait akan segera ketemu menkeu kita untuk membahas isu-isu terkait kebijakan keuangan kita. Misalnya double tax system dan insentif yang bisa diberikan pada kalangan bisnis energi atau kerjasama financial lain," urainya. Menurut Presiden, kerjasama itu penting karena banyak sekali modal yang siap untuk dikerjasamakan.
(qom/ir)











































