Bulog Yakin Capai Seluruh Target Penyerapan Gabah dan Beras
Rabu, 30 Mei 2007 17:00 WIB
Jakarta - Badan Urusan Logistik (Bulog) optimistis dapat menyerap seluruh target pembelian gabah dan beras petani di akhir Mei ini.Meski hingga akhir tahap satu penyerapan gabah dan beras Bulog baru sebesar 82,08 persen atau 875.715 ton gabah dan beras, namun diharapkan 900 ribu ton akan segera tercapai di hari terakhir bulan ini.Pembelian Bulog saat ini terdiri dari pembelian gabah sebanyak 191.940 ton dan beras sebanyak 753.834 ton.Sebelumnya Bulog memutuskan mengubah prognosa pengadaan gabah atau beras dari 900 ribu ton menjadi 1.066.897 ton. Peningkatan target disebabkan banyaknya areal persawahan yang masih panen terutama di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur."Melihat perkembangan tersebut, prognosa pengadaan beras bulan Mei 2007 sebesar 900 ribu ton dapat tercapai," ujar Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar saat konferensi pers di Gedung Bulog, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (30/5/2007).Diakui Mustafa, pengadaan gabah atau beras yang dilakukan Bulog lebih didominasi pembelian beras dibandingkan gabah. Kondisi tersebut karena petani lebih banyak berhubungan dan terikat dengan mitra kerjanya sehingga hasil panen mereka umumnya sudah dibeli oleh mereka.Menurutnya Perum Bulog akan mendata seluruh mitra kerja Bulog yang selama ini menyerap gabah petani untuk diolah menjadi beras. Seleksi tersebut dilakukan agar diperoleh nama-nama mitra kerja Bulog yang dianggap mempunyai kredibilitas tinggi dalam menjalankan operasionalnya.Sampai 30 Mei 2007, realisasi pengadaan gabah oleh mitra kerja Bulog yang berasal dari koperasi mencapai 9.106 ton sedangkan untuk beras mencapai 28.074 ton. Sementara total pengadaaan dari nonkoperasi sampai periode yang sama telah mencapai 170.543 ton untuk gabah dan 652.072 ton untuk beras.Menanggapi sinyalemen bahwa pengadaan beras dalam negeri itu bukan dari petani tapi dari beras impor, Direktur Operasional Bulog Bambang Prasetyo menjelaskan bahwa hal itu tidak benar. Sebab hingga saat ini tidak ada laporan dari daerah yang mengindikasikan beras impor ilegal."Dengan tidak adanya laporan artinya pengadaan dalam negeri kitabenar-benar dari petani," kata Bambang.
(arn/ir)











































