Kilang Selayar Butuh US$ 3 Miliar

Kilang Selayar Butuh US$ 3 Miliar

- detikFinance
Rabu, 30 Mei 2007 17:46 WIB
Jakarta - Untuk mewujudkan produksi kilang Selayar, Sulawesi Selatan sebesar 220 ribu barel per hari (bph), dibutuhkan investasi sebesar US$ 3 miliar."Waktu dulu pertama kali ke BKPM itu cuma US$ 1,6 miliar. Kalau 220 ribu mesti didesain ulang," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M. Lutfi.Ia menyampaikan hal itu usai mendampingi Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY) menerima tamu kenegaraan PM Kuwait, Sheikh Nasser Al Mohammad Al Ahmad Al Sabah, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/5/2007).Kilang Selayar itu rencananya akan dimiliki 60 persen oleh perusahaan minyak asal Kuwait, Hemaco Kuwait General Trading & Contracting dan 40 persen oleh PT Kilang Minyak Bumi. Kilang tersebut terus tertunda pembangunannya, padahal sangat diperlukan untuk membantu pasokan BBM di kawasan Indonesia Timur.Menurut Lutfi, produksi di kilang tersebut diharapkan mencapai 220 ribu bph, atau sepertila dari produksi Indonesia. "Jadi mesti ada yang mensuplai dan menjamin suplai itu," jelasnya.Masalah lainnya adalah mengenai struktur kepemilikan untuk pendanaan dan insentif. "Insentif yang cocok untuk masalah kilang ini adalah PP 1/2007 tentang tax allowance," katanya. "Kalau dia heavy kapitalisasinya, maka itu pakai taxation cukup. Tapi kalau misalnya mereka fast moving, teknologinya berubah cepat, mereka mesti diberikan tax holiday. Atau mungkin juga antara tax allowance dan tax holiday ada tax deduction," urainya. Namun menurut Lutfi, insentif pajak itu jamak diberikan kepada setiap investasi kilang. "Itu juga untuk pembangunan kilang yang lain. Dalam satu dua proyek mungkin absorbsinya akan berbeda. Artinya yang duluan, yang bisa menang," tegasnya.Menurut Lutfi, dengan UU investasi yang baru dan PP 1/2007 memungkinkan keekonomiannya, sehingga kilang ini bisa lebih kompetitif. "Selama ini, kilang-kilang itu larinya ke Singapura," tambahnya. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads