BI: Inflasi Mei Masih Rendah
Rabu, 30 Mei 2007 17:57 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) optimistis inflasi di bulan Mei masih akan rendah. Inflasi yang rendah akan membuka peluang penurunan BI Rate."Saya optimistis inflasi Mei akan lebih rendah, kalau kita lihat secarakeseluruhan informasi soal inflasi itu harus kita lihat secara keseluruhan, informasinya harus detail dulu," kata Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono.Hal itu diungkapkan Hartadi sebelum rapat dengan Panitia Anggaran DPR RI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/5/2007).Menurutnya BI selalu melihat keseluruhan dengan informasi yang sangat detil."Kalau dari makanan ya artinya bukan karena kebijakan nanti kita lihat secara keseluruhan apakah konsumsinya meningkat, investasinya, dan sebagainya sehingga nanti saat RDG (Rapat Dewan Gubernur) akan ditentukan BI Rate," jelasnya.Sebelumnya dia pernah mengatakan bahwa pada bulan Mei ini ada kemungkinan untuk tingkat bahan makanan mengalami deflasi kembali. "Dari informasi yang saya dapatkan dari ahli-ahli pertanian, musim panen masih akan terus berjalan karena ada pergeseran musim, sehingga kemungkinan harga beras dan bahan makanan lain masih akan mengalami penurunan," ujarnya.BI RateSementara untuk tingkat suku bunga BI Rate, Hartadi mengatakan bahwa ada kemungkinan BI Rate berada di bawah 8,5 persen di tahun ini. "Kalau misalnya perkembangan inflasinya baik, seperti tadi apakah bulan Mei, kemudian juga sisa tahun masih panjang semuanya membaik, nilai tukar juga masih baik seperti sekarang ya ada kemungkinan," imbuhnya."Jadi kita koreksi aja, 8,5 persen itu bukan target BI Rate dari BI di tahun ini, itukan sebetulnya SBI 3 bulan yang digunakan sebagai asumsi APBN oleh pemerintah di 8,5 persen rata-rata SBI 3 bulan itu. Jadi bukan BI itu di kebijakan moneter tidak menargetkan suku bunga yang ditargetkan inflasinya, jadi kalau inflasinya berbeda terdefiasi begitu jadi kita ubah-ubah bunganya," jelasnya.
(dnl/ir)











































