'Hantu' Gentayangan, Sektor Riil Tidak Jalan

'Hantu' Gentayangan, Sektor Riil Tidak Jalan

- detikFinance
Rabu, 30 Mei 2007 18:09 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) kebingungan melihat mandegnya sektor riil meski data ekonomi makro Indonesia akhir-akhir ini sangat bagus. Deputi Senior Gurbenur BI Miranda Geoltom yakin ada 'hantu' dibalik ketidakmampuan sektor riil menyerap dana yang menimbun di perbankan. Namun apa hantu itu masih belum jelas."Dengan dana yang segini banyak, tapi ternyata sektor riil belum bisa begitu saja menyerap. Berarti ada sesuatu dibalik ini. Ada hantunya," ujar Miranda.Hal itu diungkapkan Miranda saat mengisi seminar Revitalizing the Economy, Boosting the Real Sector di Graha Niaga, Jakarta, Rabu (30/5/2007).Soal hantu ini, pengusaha Sofyan Wanandi menjawabnya. Baginya, kurangnyainfrastruktur untuk pengembangan sektor riil menjadi hantu yang menghambat penyerapan."Kita mau investasi, tapi listrik belum ada, pelabuhan macet. Ya enggak jadi. Mending nggak ngapain-ngapain. Daripada investasi tapi biaya tinggi," ujarnya.Kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang infrastruktur saat ini seperti crash program 10.000 MW dinilai terlambat.Untuk mengatasinya, Miranda menyatakan perlu ada penggabungan kekuatan layaknya bermain 'total football'. Harus ada koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, pusat, dan pihak terkait.Sofyan mengakui, saat ini koordinasi dengan pemerintah daerah dinilai yang paling menghambat. Apalagi untuk sektor pertambangan."Daerah itu menghambat investasi apapun. Apalagi di bidang mining, mereka terhambat. Soal izin, dianggap nggak penting. Walau pusat setuju, tapi kalau daerah nggak, kita juga nggak bisa apa-apa," ujarnya. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads