Garuda Akhirnya Mencetak Laba

Setelah 3 Tahun Rugi

Garuda Akhirnya Mencetak Laba

- detikFinance
Sabtu, 02 Jun 2007 11:05 WIB
Jakarta - Setelah tiga tahun berturut-turut 'berkubang' dalam kerugian, PT Garuda Indonesia akhirnya berhasil mencetak laba Rp 121 miliar pada periode Januari-April 2007. Pencetakan laba selama kuartal I-2007 itu dirasa cukup mengejutkan ditengah low seasons selama periode Januari-April 2007. Pada tahun 2006, Garuda masih mencetak rugi sebesar Rp 191,1 miliar, atau menyusut dibandingkan kerugian tahun 2005 sebesar Rp 688,5 miliar. Sementara jika dibandingkan periode Januari-April 2006 lalu, Garuda masih mencetak rugi Rp 279 miliar. Menurut siaran pers dari Garuda yang diterima detikFinance, Sabtu (2/6/2007), dalam low seasons Januari-April 2007, Garuda tetap mencetak cash in flow hingga US$ 103 juta. Padahal pencapaian cash in flow diatas US$ 100 juta pada tahun 2006 lalu hanya dapat diraih pada saat periode peak season yaitu pada bulan September dan Desember masing-masing sebesar US$ 102 juta dan US$ 103 juta.Dalam periode Januari-April 2007, Garuda berhasil meningkatkan kinerja operasi, antara lain terjadinya peningkatan pendapatan, jumlah penumpang yang diangkut, isian penumpang (load factor) serta yield.Dari sisi tingkat isian penumpang, Garuda Indonesia berhasil meningkatkan load factor sebesar 7%, dari 69% pada Januari-April 2006 menjadi 76% pada periode yang sama tahun 2007.Sedangkan pendapatan per seat kilometer (yield) yang diraih Garuda Indonesia selama empat bulan pertama tahun 2007 mencapai 7,3 USc, atau meningkat sekitar 7% dibandingkan periode yang sama tahun 2006 sebesar 6,7 USc.Jumlah produksi Garuda selama empat bulan pertama tahun 2007 meningkat sekitar 0,01%, dari 5.584 juta kursi per kilometer pada empat bulan pertama tahun 2006 menjadi 5.585 juta kursi per kilometer pada periode yang sama tahun 2007.Sementara pada empat bulan pertama tahun 2007, Garuda mampu meningkatkan jumlah penumpang yang diangkut, sebanyak 2.812 ribu penumpang, atau meningkat sekitar 5% dibandingkan periode yang sama tahun 2006, yakni 2.684 juta penumpang.Melalui berbagai upaya efisiensi dan langkah konsolidasi, maka dari dari 28 rute yang dilayani, hanya 4 rute yang masih merugi, itupun karena rute tersebut sebagai rute pengumpan.Sedangkan kinerja operasi penerbangan rute internasional selama bulan Januari-April 2007 terus menunjukkan perbaikan. Jumlah rute internasional yang berhasil meraih keuntungan meningkat sebesar 39%, padahal selama periode yang sama tahun sebelumnya hanya sebesar 17% dari total rute internasional yang dilayani."Pencapaian kinerja operasi yang positif selama empat bulan pertama tahun ini merupakan langkah awal yang baik dalam upaya mewujudkan target perusahaan tahun 2007," demikian pernyataan dari Garuda.Tambah 1 BoeingDalam rangka mendukung kegiatan operasional yang dilaksanakan, pada hari Kamis (31/5/2007), Garuda telah menambah 1 pesawat B-737-400 yang digunakan untuk melayani rute domestik. Dengan adanya penambahan 1 B-737-400 tersebut, maka jumlah armada Garuda saat ini menjadi 49 pesawat.Sedangkan untuk pengembangan armada jangka panjang, Garuda memesan 25 pesawat Boeing 737NG dan 10 Boeing 787 Dreamliner yang secara bertahap bergabung dalam jajaran armada Garuda mulai tahun 2009. (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads