Waralaba Makanan Jadi Primadona
Sabtu, 02 Jun 2007 12:50 WIB
Jakarta - Franchise atau waralaba makanan masih akan menjadi primadona para pengusaha di tahun 2007. Waralaba jenis makanan ini diperkirakan akan tumbuh 15-20 persen dari total jumlah waralaba di Indonesia sekitar 400. Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar kepada detikFinance disela-sela seminar tentang franchise 2007 di Jakarta Convention Center, Sabtu (2/6/2007)."Kita lihat orang Indonesia itu kan doyan makanan. Nah, franchise makanan ini yang paling banyak diminati," kata Anang.Ia menilai, waralaba Indonesia berkembang cukup baik dan diperkirakan tumbuh 10 persen. Namun jumlah tersebut termasuk jenis-jenis usaha waralaba lokal yang secara sistem sebenarnya belum terkategori sebagai waralaba."Dari 300 jenis usaha yang franchise, itu baru 15 persennya benar-benar disebut franchise. Itu kebanyakan seperti UKM," kata Anang. Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya untuk mengembangkan UKM-UKM ini menjadi franchise yang tersistem. "Kita harapkan dua hingga tiga tahun kedepan mereka menjadi UKM yang unggul," kata Anang.Dengan sistem yang baik, maka akan membuka peluang franchise tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar lagi. Bahkan dapat dibuka di luar negeri. "Itu seperti spa, Martha Tilaar, Es teler 77 dan Sari Bundo. Itu sudah ada di luar negeri," ungkapnya.
(qom/qom)











































