BPS Ngaku Pakai Rekomendasi ILO

Soal Pak Ogah Dihitung

BPS Ngaku Pakai Rekomendasi ILO

- detikFinance
Senin, 04 Jun 2007 16:17 WIB
Jakarta - Pengamat ekonomi mempertanyakan metode Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menghitung angka tenaga kerja. Pengamat itu mempertanyakan kenapa BPS memasukan orang yang hanya bekerja 1 jam dalam seminggu sebagai pekerja. Namun BPS berkilah dan mengaku bahwa mereka menggunakan metode yang dianjurkan oleh International Labour Organization (ILO)."Kenapa kita memakai 1 jam itu, itu adalah rekomendasi dari ILO, bukan hasil bikinan kita,'ujar Direktur Statistik Kependudukan BPS Suharno di kantornya, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Senin (4/6/2007).Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengadopsi sistem itu tetapi juga Filipina, Pakistan, Rusia Estonia, Bulgaria. "Banyak negara yang menggunakan konsep bekerja satu jam ini," ujarnya.Konsep bekerja menurut BPS adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu pendapatan paling sedikit satu jam tidak terputus dalam seminggu yang lalu."Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu usaha atau kegiatan ekonomi," ujar Suharno.Tim Indonesia Bangkit (TIB) sebelumnya menuding data pengangguran BPS tidak valid. Alasannya, BPS memasukkan orang yang hanya bekerja satu jam seminggu sebagai pekerja. Misalnya saja 'pak Ogah' yang biasa mengatur putaran jalan, juga dihitung sebagai pekerja. Sementara itu Deputi Bidang Statistik Ekonomi Pietojo memastikan BPS adalah lembaga independen yang jauh dari tekanan pemerintah."Nggak ada intervensi sampai the last minute (berita resmi BPS diluncurkan). Presiden juga dikirim pada jam yang sama," ujar Pietojo.Pietojo mengaku hubungan BPS dengan Bappenas adalah dalam kerangka teknis administrasi operasional.Untuk diketahui berita resmi statitisk diumumkan secara serentak pukul 13.30 WIB baik itu pengumuman inflasi dll serta PDB. (ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads