Hemat Gas
Pabrik Pupuk Tua akan Dipermak
Senin, 04 Jun 2007 17:15 WIB
Jakarta - Pemerintah akan memperbaiki pabrik-pabrik pupuk BUMN yang sudah tua untuk menghemat penggunaan gas. Investasi untuk perbaikan dan penerapan teknologi baru untuk pabrik-pabrik tersebut diperkirakan akan memakan dana US$ 1 miliar.Demikian disampaikan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil usai pertemuan dengan Wapres yang membicarakan tentang industri pupuk di Kantor Sekretariat Wapres, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2007).Dikatakannya pabrik-pabrik pupuk BUMN banyak yang umurnya di atas 30 tahun sehingga konsumsi gas pabrik-pabrik itu sangat boros. Pabrik-pabrik pupuk itu biasanya mengkonsumsi 33-34 mmbtu (million metric british thermal unit) untuk memproduksi satu ton pupuk. Konsumsi gas tersebut jauh lebih besar dibanding pabrik-pabrik berteknologi baru yang hanya mengkonsumsi gas 25-26 mmbtu per ton pupuk."Kalau pabrik-pabrik tua itu kita ubah dan investasi baru kita ubah apa yang penting sehingga kita bisa produksi dengan 25-26 mmbtu maka akan terjadi penghematan luar biasa. Mesin-mesin tua harus kita perbaharui agar bisa cetak efisiensi," ujarnya.Pabrik-pabrik pupuk tua yang akan direnovasi antara lain Pabrik Pusri I, II dan III dan Pabrik Pupuk Petrokimia. Diperkirakan masa perbaikan akan memakan waktu tiga tahun.Sofyan juga mengatakan pemerintah akan melihat kemungkinan untuk mengkonversi sumber energi pabrik pupuk dari gas ke batubara. Selain lebih irit, gas yang harganya sedang meningkat saat ini bisa diekspor.
(ard/ir)











































