Pemerintah Ajukan 4 Skenario Kenaikan Subsidi Listrik
Senin, 04 Jun 2007 22:08 WIB
Jakarta -
Pemerintah mengajukan 4 skenario kenaikan subsidi listrik untuk RAPBN-P 2007. Perubahan ini dilakukan karena beberapa parameter yang digunakan untuk menghitung subsidi berubah.Hal ini disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam paparannya saat Raker dengan Komisi 7 DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/6/2007)."Dengan adanya perubahan beberapa beberapa parameter dalam asumsi subsidi dan target pertumbuhan sambungan baru untuk mempercepat peningkatan rasio elektrofikasi, ada beberapa skenario kebutuhan listrik tahun 2007," ujarnya dalam paparan tertulis.Semula subsidi listrik tahun ini dijatah Rp 25,8 triliun, namun untuk RAPBN-P nanti pemerintah menyiapkan 4 pilihan yang dibedakan atas margin keuntungan yang akan diberikan ke PLN sebagai penjual listrik ke masyarakat.Pertama, subsidi dinaikan jadi Rp 30,80 triliun jika margin yang diberikan 0 persen. Kedua, subsidi menjadi Rp 33,42 triliun jika margin untuk PLN 2,5 persen.Ketiga, subsidi menjadi Rp 36,03 triliun jika PLN diijinkan mengambil margin 5 persen. Keempat, subsidi menjadi Rp 38,64 triliun bila margin yang diambil PLN 7,5 persen.Perhitungan tersebut dilakukan berdasarkan perhitungan sejak Januari 2007 sampai Desember 2007.Parameter yang berubah antara lain nilai tukar yang menguat dari Rp 9.300 jadi Rp 9.100, inflasi dari 6,5 persen jadi 6,7 persen, susut jaringan dari 10,17 persen jadi 11,40 persen, pertumbuhan penjualan listrik 0,51 persen jadi 6,66 persen. Selain itu juga karena perkiraan konsumsi BBM naik dari 6,357 juta kl jadi 8,863 juta kl.
(lih/ndr)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































