Produksi Minyak Riau 2006 Turun 8,9%

Produksi Minyak Riau 2006 Turun 8,9%

- detikFinance
Selasa, 05 Jun 2007 13:50 WIB
Pekanbaru - Kapasitas produksi minyak bumi di Riau mengalami penurunan hingga 8,9 persen sepanjang tahun 2006. Walaupun demikian, penurunan produksi itu dinilai masih dalam tahap yang wajar karena faktor alam.Kepala Perwakilan Badan Pelaksana Hulu Migas (BPMIGAS) Wilayah Sumbagut, Muliawan mengungkapkan hal itu saat ditemui detikFinance di ruang kerjanya, Gedung Surya Dumai, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Selasa (5/6/2007).Dia menjelaskan dari keseluruhan perusahaan migas yang ada di Riau, kapasitasproduksi pada tahun 2005 mencapai 517 ribu barel per hari. Namun pada tahun 2006 kapasitas produski minyak di Riau turun menjadi 471 ribu barel per hari."Penurunan produksi minyak ini masih dalam kapsitas yang wajar. Kondisi ini tidak terlepas dari faktor alami. Apa lagi di Riau sudah banyak sumur-sumur tua. Untuk meningkatkan produksi minyak itu sendiri, sangat tergantung dengan teknologi yang tersedia," ujarnya.Kendati secara keseluruhan produksi minyak di Riau mengalami penurunan tahun lalu, diperkirakan dalam kurun waktu 3 tahun kedepan akan ada penambahan produksi. Hal ini karena ada dua Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yakni PT Petro Selat dan PT Sumatra Persada Energi (SPE) yang tengah melakukan eksplorasi sumur baru.PT Petro Selat saat ini tengah melakukan eksplorasi di area Selat Panjang Blok (SPB) dan pada akhir tahun 2007 diperkirakan akan tuntas membuat dua sumur baru. dari KKKS PT Petro Selat ini diestimasikan akan memproduksi minyak sebesar 5.000 barel per hari hingga tahun 2009-2010. "Estimasi angka 5.000 barel ini kita hitung pada tahun 2010 mendatang," kata Muliawan.Sementara KKKS PT SPE tahun ini juga tengah melaksanakan eksplorasi di area West Kampar Blok (WKB) yang wilayahnya mencakup Kabupaten Rokan Hulu, Riau, hingga ke Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut. Untuk tahap awal, perusahaan migas ini tengah melakukan eksplorasi di Kabupaten Rokan Hulu. Lokasi pengobaran sumur baru itu tepatnya berada di areal perkebunan kelapa sawit milik BUMN PTP Nusantara V seluas 10 ribu meter persegi. Rencana ini memang sempat molor sehubungan adanya pinjam pakai area yang menjadi milik perusahaan PTPN V. "Tapi sekarang pemerintah pusat melalui Menteri BUMN sudah memberikan izin untukdilakukan pinjam pakai area tersebut untuk eksplorasi minyak," terang Muliawan.Dari eksplorasi di ladang minyak West Kampar Blok ini, kata Muliawan, setidaknya akan menambah produksi 500-1.000 barel per hari tahun 2009. (cha/ard)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads