Shell Incar Bisnis CBM dan LPG
Selasa, 05 Jun 2007 14:47 WIB
Jakarta - Setelah menjadi salah sau pemain BBM non subsidi di Indonesia, Shell juga membidik bisnis pengembangan gas dari batubara atau CBM (coal bed menthane) dan distribusi liquefied petroleum gas (LPG). Namun dengan kondisi pasar saat ini, Shell memutuskan masih akan menunggu sampai kondisi pasar dinilai menguntungkan.Hal ini disampaikan Country Chairman Shell Indonesia Darwin Silalahi saat jumpa pers di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (5/6/2007).Shell mengaku tertarik untuk turut serta dalam memasok LPG terkait program konversi minyak tanah ke LPG. Namun, masih ada hambatan yang membuat Shell memutuskan untuk menunggu dulu. Hambatan yang masih ditemui Shell antara lain soal harga LPG domestik. Menurutnya, saat ini harga LPG di pasar domestik, yaitu RP 4.250/kg masih dinilai belum ekonomis."Kami masih mengamati kebijakan pemerintah untuk hal ini. Kami akan masuk bilastruktur pasar menguntungkan, dimana semua pelaku diberi kesempatan yang sama.Selain itu juga masalah pricing," ujarnya pada wartawan.Sedangkan untuk CBM, menurut Darwin itu hanya salah satu sumber energi nonkonvensional yang sedang dijajaki Shell di Indonesia."Ketertarikan Shell di CBM adalah bagian dari sumber energi non konvensional yang kita tertarik untuk melihat kesempatan yang material. Namun untuk lokasi kita enggak bisa disclosed," ujarnya.
(lih/ir)











































