Daging Sapi AS Diseleksi Ketat

Masuk ke Indonesia

Daging Sapi AS Diseleksi Ketat

- detikFinance
Selasa, 05 Jun 2007 15:21 WIB
Jakarta - Meskipun sudah naik statusnya, namun untuk masuk ke Indonesia, daging sapi asal Amerika Serikat (AS) harus melewati seleksi yang ketat.Daging sapi asal AS kini sudah naik stasusnya menjadi terkontrol kasus sapi gilanya atau controlled bovine spongiform encephalopaty"Negara yang terkena BSE ada tiga tingkatan yakni undertermine, controlled dan negligible. AS masih masuk controled, sedangkan Australia dan Selandia sudah masuk negligible. Jadi untuk mengimpor dari sana ada banyak syarat," ujar Dirjen Peternakan Deptan Mathur Riady saat dihubungi detikFinance, Selasa (5/6/2007).Hal tersebut juga dibenarkan oleh Menteri Pertanian Anton Apriyantono. "Benar bahwa larangan impor dicabut karena amerika sudah dinyatakan Controlled BSE risk. Walau demikian pemasukan daging ke Indonesia harus memenuhi persyaratan," kata Anton melalui pesan singkatnya. Mathur menjelaskan, syarat yang harus dipenuhi daging sapi asal AS antara lain sapi yang dipotong umurnya harus dibawah 30 bulan. Selain itu, sistem pemotongannya harus terjamin dari sisi sanitasi kesehatan dan halal serta mengikuti petunjuk dari Organization International des Epizooties (OIE).Disamping itu, apabila pemerintah AS mau melakukan ekspor, harus mengajukan dulu permintaan kepada negara yang akan menjadi tujuannya serta harus memenuhi sistem survailance kesehatan."Setelah pemerintah yang menjadi tujuan ekspor mengannggap syarat oke, lalu memasukan review establishing dan apabila itu sudah OK baru daging itu bisa masuk," tambahnya.Namun apakah RI akan mengimpor dari AS juga tergantung dari para importir. Saat ini sudah ada sejumlah importir yang mengajukan izin untuk mengimpor daging asal Paman Sam itu."Setelah G to G selesai, tergantung pihak swasta, apakah berminat mengimpor, itu juga tergantung kebutuhan konsumen," jelasnya.Nantinya, izin impornya akan berbentuk surat persetujuan pemasukan dari Deptan dan tidak melalui Departemen perdagangan. (arn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads