Soros: Saya Spekulator Ethanol

Soros: Saya Spekulator Ethanol

- detikFinance
Rabu, 06 Jun 2007 10:49 WIB
Soros: Saya Spekulator Ethanol
Sao Paulo - Jika sebelumnya menolak disebut spekulator, kini miliuner AS George Soros mengaku secara terang-terangan bahwa dirinya adalah seorang spekulator ethanol.Ya, Soros yang terkenal dengan spekulasi mata uang dan menyebabkan krisis moneter di Asia tahun 1997 silam, kini punya ajang spekulasi baru.Namun ajang spekulasi baru itu bukan hal yang negatif dan boleh dikatakan menguntungkan bagi masyarakat sekitarnya. Soros yang ditaksir majalah Forbes memiliki kekayaan US$ 8,5 miliar atau sekitar Rp 75 triliun itu kini sedang membuat investasi ethanol besar-besaran di Brasil.Soros yang berusia 76 tahun itu kini menjadi salah satu investor terbesar di Brasil dalam hal industri ethanol.Dan pria kelahiran Hongaria ini tengah menjadi bintang dalam 'World Ethanol Summit 2007' yang berlangsung di Sao Paulo, Brasil. "Saya harus menyadari bahwa kata 'spekulator' memiliki konotasi negatif di Brasil," ujar Soros dalam pidatonya di gelaran tersebut, seperti dikutip dari AFP, Rabu (6/6/2007)."Namun saya harus mengakui: Saya adalah seorang spekulator dalam investasi di ethanol," ujar Soros blak-blakan.Soros menginvestasikan sekitar US$ 900 juta dalam tiga tahun terakhir untuk membangun pabrik distilasi gula untuk ethanol di Mato Grosso do Sul dan Minas Gerais, Brasil.Brasil sendiri tercatat sebagai salah satu produsen ethanol terbesar dunia. Sebanyak 35 persen produksi ethanol dunia didatangkan dari Brasil. Produksi ethanol Brasil itu berarti dibawah AS yang kini menguasai 37 persennya. Namun ethanol dari AS berbasis jagung dan mendapat subsidi dari pemerintah federal.Di Brasil, sebanyak 80 persen kendaraan-kendaraan baru memiliki mesin yang fleksibel yakni bisa menggunakan bahan bakar baik ethanol saja ataupun dicampur bensin. Soros menilai industri ethanol di Brasil masih bisa meningkat hingga berkali-kali lipat. Namun ia mengakui bahwa masalah yang harus dipecahkan sebelum akhirnya investasi ethanol bisa meyakinkan.Pasar ethanol Brasil sendiri sudah jenuh, sehingga kran ekspor harus dibuka lebar-lebar. Meski demikian, ekspor ethanol Brasil masih mengalami sejumlah kendala seperti adanya pajak sebesar 0,14 dolar per liter atas ethanol dari Brasil. Pajak itu berarti setara dengan ongkos produksinya."Pertanyaannya adalah, bagaimana membuka pasar di AS, Eropa dan Jepang dan bagaimana menciptakan lingkungan dengan harga yang stabil," tandas Soros. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads