BP Incar Bisnis Biofuel
Rabu, 06 Jun 2007 12:14 WIB
Jakarta - Perusahaan minyak asal Inggris, BP mengincar bisnis pengembangan biofuel di Indonesia. Kabarnya, BP sudah mulai omong-omong dengan RNI untuk merealisasikannya. President Global Biofuels BP International Ltd, Philip New beserta rombongan juga mendatangi Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di gedung Departemen ESDM, Jakarta, Rabu (6/6/2007) untuk mencari tahu tentang masalah biofuel.Juru Bicara BP Niko Kanter menyatakan, kedatangan BP untuk mengetahui bagaimana dukungan pemerintah dan regulasi Indonesia soal biofuel. "Kita masih tahap awal, kita lihat bagaimana lahan dan regulasinya disini," ujar Niko. Sementara itu, Sekretaris Timnas Pengembangan BBN Evita Legowo yang mendampingi Purnomo menyatakan BP tertarik pada bisnis ini mulai dari sangat hulu. "Makanya, dia (BP) sekarang sedang cari-cari lahan. Mereka juga akan bangun plant," ujarnya. Sebagai perusahaan besar, BP memang mumpuni baik dalam hal teknologi, uang, maupun sumber daya manusia. Untuk teknologi, BP akan menggunakan teknologi generasi kedua. "Dengan teknologi ini bisa membuat produksi lebih efisien," jelas Evita. Setelah mendengarkan paparan tentang regulasi, ternyata BP paling tertarik dengan aturan mandatori yang merupakan kebijakan pemerintah soal keharusan penggunaan biofuel. Selain untuk domestik, bifuel tersebut juga akan diekspor. Biofuel akan dikembangkan dari jatropa, sugar cane (tebu), dan sweet sorghum (cantel). Evita menjelaskan, BP kemungkinan tidak akan berdiri sendiri. Dikabarkan, BP sudah memulai omong-omong dengan salah satu BUMN, Rajawali Nusantara Indonesia. Menanggapi minat perusahaan asal Inggris ini, Purnomo menyatakan pemerintah akan mendukung. "Selama Anda ingin mengembangkan, kami akan mendukung," ujar Evita mengutip pernyataan Purnomo.
(lih/qom)











































