Harga Minyak Tinggi Bikin Pilot Kecapekan

Harga Minyak Tinggi Bikin Pilot Kecapekan

- detikFinance
Rabu, 06 Jun 2007 12:51 WIB
Jakarta - Harga minyak dan kinerja pilot? Rasanya tak ada hubungannya. Namun ternyata, tingginya harga minyak mentah dunia yang saat ini mendekati US$ 70 per barel bisa membuat para pilot kecapekan.Ini bukan terjadi di luar negeri, tapi di Indonesia. Lonjakan harga minyak mentah dunia ternyata membuat perusahaan minyak berlomba-lomba untuk mengeksplorasi lebih ekstensif. Untuk keperluan eksplorasi dan eksploitasi itu, perusahaan minyak membutuhkan helikopter dan tentu saja pilotnya. Namun karena kegiatan eksplorasi yang meningkat dengan jumlah pilot yang tidak bertambah, jam terbang para pilot pun bertambah. Alhasil, para pilot pun kecapekan.Hal tersebut disampaikan Kapten Imanuddin Yunus ketika ditemui detikFinance usai rapat kerja Komisi V DPR dengan Federasi Pilot Indonesia, di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (6/6/2007)."Kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak itu identik dengan helikopter. Saat ini jumlah pilot helikopter yang memiliki izin sebanyak 180 orang. Dari pemilik izin itu, ada yang aktif sebagai manajemen di operator helikopter, dan sebagian lagi jadi inspektur pilot di pemerintahan. Jadi yang efektif menerbangkan pilot di Indonesia maksimal hanya 140-150 orang saja," urainya. "Oleh karena itu perlu ada regenerasi pilot, dan itu mendesak, kurang banget," ujarnya.Saat ini ada sekitar 8-9 operator helikopter di Indonesia yang melayani kegiatan eksplorasi dan eksploitasi perusahaan minyak di Indonesia.Perusahaan minyak itu menerapkan persyaratan yang tinggi soal pilot helikopter. Mereka meminta pilot dengan jam terbang minimal 2.500-3.000 jam, padahal pilot lulusan STPI Curug hanya 200-300 jam terbang."Sehingga lulusan Curug banyak yang tidak diserap dalam kegiatan di oil company itu. Saya takut pilot helikopter asing akan berbondong-bondong masuk ke Indonesia," ujarnya.Pilot bule sempat meraja di Indonesia pada tahun 1970. Namun periode 1908-an jumlah pilot domestik lebih banyak, dan saat ini jumlah pilot lokal kembali merosot. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads