Pertamina Potong 25% Jatah Gas ke Jateng dan DIY
Rabu, 06 Jun 2007 16:03 WIB
Solo -
Menjelang pemberlakukan konversi minyak tanah ke gas elpiji, pasokan gas di daerah justru berkurang. Resiko kelangkaan gas bisa terjadi, apalagi saat ini permintaan konsumen terhadap semakin naik.Para pengusaha pengkalan gas di Solo dan sekitarnya mengatakan sejak awal bulan Juni ini, Pertamina memang mengurangi jumlah pasokan gas hingga mencapai 25 persen dari pasokan normal. Pengurangan itu berlaku di berbagai kota di Jateng dan DIY."Sejak empat bulan lalu Pertamina sudah memberlakukan sistem kuota untuk pengusaha gas elpiji sesuai kebutuhan. Namun sejak awal Juni Pertamina justru mengurangi lagi di bawah kuota yang telah ditetapkan," kata Wibowo, seorang pengusaha pangkalan gas di Solo, Rabu (6/6/2007).Sepekan ini Wibowo hanya mendapat jatah 6.000 tabung gas ukuran 50 kg. Padahal kebutuhannya mencapai sekitar 8.000 tabung tiap pekan. Dia bersama para pengusaha pangkalan lainnya mengaku telah meminta Pertamina memenuhi pasokan sesuai kebutuhan pasar, namun belum ditanggapi."Jika kondisi ini berlanjut akan berpotensi kelangkaan gas di pasaran. Apalagi semenjak ada sosialisasi konversi minyak tanah ke gas, permintaan tabung gas cenderung mengalami kenaikan," ujarnya.Seorang pengusaha pangkalan has lain mengatakan, akibat pengurangan pasokan itu pihaknya juga terpaksa mengurangi pengiriman tabung gas ke toko-toko pengecernya. "Pengurangan yang kami lakukan cukup besar, hingga mencapai 50 persen dari jumlah biasaya," papar Dwi, pengusaha pangkalan di Sukoharjo.
(mbr/qom)










































