Hitungan Produksi Minyak
Kondensat Masih Diperdebatkan
Kamis, 07 Jun 2007 16:29 WIB
Jakarta - Pemasukkan kondensat dalam perhitungan target produksi minyak bumi tahun ini meninggalkan perdebatan yang belum selesai. Padahal, penurunan target produksi minyak tahun ini sudah disetujui untuk RAPBN-P 2007. "Ada yang mempertanyakan, apakah kondensat itu bagian produksi minyak. Tapi itu debatable," ujar Ketua Komisi 7 DPR RI Agusman Effendi disela-sela sosialisasi kebijakan energi di Bidakara, Jakarta, Kamis (7/6/2007). Menurutnya, ada yang beranggapan kondensat layak dihitung karena masih ada nilai ekonomisnya. Namun ada juga yang menilai kondensat tidak layak dimasukkan dalam perhitungan produksi minyak karena memang bukan minyak mentah (crude oil). Ia mengakui, DPR memang menyetujui penurunan target produksi minyak tahun ini. "Kenyataan turun, masa tidak setujui," ujarnya. Pada raker Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dengan Komisi 7 DPR RI Kamis minggu lalu, target produksi minyak bumi disetujui untuk RAPBN-P 2007 nanti. Semula produksi minyak ditargetkan sebesar 939,10 ribu barel per hari (bph) dan kondensat 111,82 ribu bph sehingga totalnya menjadi 1.050,92 ribu bph. Target ini kemudian direvisi menjadi produksi 887,58 ribu bph untuk minyak bumi dan 112,57 ribu bph untuk kondensat sehingga totalnya 1.000,15 ribu bph. Dalam perubahan itu terlihat, produksi minyak bumi ditargetkan turun, tapi produksi kondensat justru digenjot sehingga secara total penurunan produksi tidak terlalu banyak.
(lih/qom)











































