Pertamina Tambah Pasokan 14.800 Tabung Elpiji

Pertamina Tambah Pasokan 14.800 Tabung Elpiji

- detikFinance
Kamis, 07 Jun 2007 17:42 WIB
Medan - Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan kebutuhan elpiji di wilayah Sumatera Utara, PT Pertamina (Persero) Unit Pemasaran (UPms) I Medan menambah pasokan sebanyak 14.800 tabung kapasitas 12 kilogram (kg). Jumlah tersebut diupayakan dapat memulihkan kondisi permintaan elpiji yang melonjak. "Seperti yang telah diketahui, permintaan elpiji di Sumatra Utara beberapa hari ini meningkat. Pertamina Unit Pemasaran I Medan berupaya untuk memenuhi kebutuhan elpiji, mengingat bisnis elpiji Pertamina masih mengalami kerugian," kata Humas UPms I Medan Sudarman di kantornya, Jalan Yos Sudarso Medan hari ini, Kamis (7/6/2007). Menurut Sudarman, penambahan pasokan tersebut dilakukan pada hari ini dan Jumat besok (8/6/2007) sebanyak 7.300 tabung. Sedangkan pada Sabtu (9/6/2007) elpiji akan digelontor sebanyak 7.500 tabung lagi. "Jumlah ini setara dengan 177.600 kg elpiji. Penambahan ini akan disalurkan ke 17 kabupaten dan kota di Sumatera Utara," ujar Sudarman.Disebutkan Sudarman, produk elpiji merupakan produk yang sampai saat ini masih disubsidi Pertamina. Hal ini karena harga jual elpiji Rp. 4.250/kg, sementara harga produksi dan distribusi mencapai Rp. 7.000/kg. Secara nasional pada tahun 2006 saja, total kerugian Pertamina dari bisnis elpiji secara nasional lebih dari Rp 2 triliun. Di sisi lain, sesuai PP No. 31 tahun 2003, Pertamina telah berubah menjadi Persero. Artinya, Pertamina harus berorientasi untuk memperoleh keuntungan. Hal ini sejalan dengan UU No. 22 tahun 2001 tentang liberalisasi usaha bidang migas, yang artinya bahwa bisnis elpiji sangat terbuka bagi perusahaan migas laiinya selain Pertamina. Sebagai jalan tengah, Pertamina menetapkan sistem alokasi untuk agen elpiji di setiap wilayah. Penentuan alokasi ini didasarkan pada kebutuhan elpiji di setiap wilayah dan subsidi maksimal yang ditanggung Pertamina. Sistem alokasi ini sekaligus sebagai upaya Pertamina untuk mengawasi peredaran elpiji di tingkat agen. Untuk triwulan pertama 2007 ini, kuota untuk Sumbagut adalah 3.704 metrik ton. Namun ternyata realisasinya sebesar 4.848 metrik ton, atau kelebihan 1.144 metrik ton. Dalam rupiah, sampai bulan Maret kemarin, Pertamina Unit Pemasaran I Medan telah merugi sebesar Rp 21,6 miliar. Elpiji yang disalurkan di wilayah Sumatera Utara berasal dari Kilang Pengolahan Unit II Dumai dan Instalasi Tanjung Uban. Lalu disalurkan melalui 3 Stasiun Pengisian Bahan Bulk Elpiji (SPBBE) dan 1 Depot LPG Pertamina di Tandem, kemudian disalurkan melalui 48 agen. (rul/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads