Defisit Listrik di Sibolga Teratasi Akhir 2008

Defisit Listrik di Sibolga Teratasi Akhir 2008

- detikFinance
Kamis, 07 Jun 2007 19:18 WIB
Jakarta - Defisit listrik di Sibolga, Tapanuli, Sumatera Utara akan segera teratasi pada akhir 2008. Tambahan pasokan listrik segera datang dari PLTU Labuhan Angin (2x115 MW) sebesar 230 MW yang sedang dibangun PT PLN (Persero).Saat ini, dengan beban puncak di Sibolga sebesar 1.070 MW, sementara daya mampu listrik yang tersedia hanya 950 MW. Sehingga terjadi defisit 150 MW. "Dengan masuknya listrik dari PLTU Labuhan Angin ini ke sistem interkoneksi Sumatera 150 Kv yang juga akan selesai pada 2008, maka defisit listrik sejak 2002 ini akan segera teratasi," ujar Humas PLN Ario Subijoko dalam rilis yang diterima detikfinance, Kamis (7/6/2007).Investasi yang dibutuhkan untuk membangun pembangkit ini mencapai US$ 182 juta. Sebanyak 85 persen dana itu merupakan pinjaman dari Bank EXIM China, sedangkan 15 persen sisanya didanai dari Anggaran PLN.Dengan asumsi beban puncak tetap dan harga BBM Rp 5.500/liter, maka d bisa dilakukan penghematan konsumsi BBM hingga 424.859 kilo liter/tahun atau setara Rp 2,3 miliar. Jumlah itu setelah dikurangi biaya bahan bakar batu bara.Proyek pembangkit listrik di kawasan pantai Teluk Tapian Nauli tersebut dikerjakan oleh kontraktor China National Machinery & Equipment Import & Export Corporation (CMEC) dan beberapa sub kontraktor lokal seperti PT. Truba Jurong, dan PT Wijaya Karya.Hingga Mei 2007, pembangunan PLTU ini mencapai 45%. Pemasangan pondasi dan kerangka baja sudah dilakukan. Selanjutnya sebagai tanda dimulainya tahap elektromekanik, dilakukan pemasangan Drum Bolier Unit 1 hari ini yang dihadiri Dirut PLN Eddie Widiono, Pemda dan DPRD Tapanuli Tengah.PLN juga akan membangun PLTU Sumut 2x200 MW di Pangkalan Susu, Kabupaten langkat dan PLTU Meulaboh 2x100 MW yang terhubung dengan sistem Sumatera 150 kV. Sedangkan pihak swasta juga akan membangun PLTU Sibolga 2x100 di Sitardus, Tapanuli Tengah dan PLTU Kuala Tanjung 2x100 di Kabupaten Asahan. Dengan demikian pada akhir tahun 2009 sistem Sumatera Bagian Utara akan mendapatkan tambahan pasokan listrik dengan kapasitas sebesar 1.000 MW. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads