Airbus Rombak Struktur Organisasi
Jumat, 08 Jun 2007 09:59 WIB
Jakarta - Produsen pesawat terbang Eropa, Airbus merombak struktur organisasinya yang disederhanakan dan lebih ramping. Struktur baru ini membuat Airbus lebih efisien dan produktif.Dalam siaran Airbus yang diterima detikFinance, Jumat (8/6/2007), perseroan mengaku telah melaporkan struktur organisasi barunya kepada Dewan Pekerja Eropa dan Komite Perusahaan Perancis (French Comite d'Entreprise). Untuk mengintegrasikan fungsi-fungsi yang ada di Airbus secara penuh,perusahaan-perusahaan antar negara di Eeropa melaksanakan operasi, program dan pengadaan. Mereka juga akan mendukung pihak ketiga yang mencakup mitra utama dan pemasok. Peran divisi teknik (engineering) yang dipimpin oleh Patrick Gavin, lebih berkonsentrasi pada desain kantor, integrasi dan arsitektur pesawat, penelitian dan teknologi, pusat pelatihan penerbangan dan kegiatan-kegiatan terkait yang berhubungan dengan kelayakan terbang.Sedangkan Head of Operations Gerald Weber akan memantau empat Centres of Excellence (CoE), yang kini sepenuhnya dalam trans-national dan dikelola untuk memenuhi seluruh elemen pesawat.Keempat CoE tersebut mencakup, pertama badan pesawat (fuselage) dan kabin pesawat (cabin) yang dikelola oleh Rudiger Fuchs. CoE fuselage akan mengelola sebagian pabrik di Hamburg, Toulouse, Bremen, St Nazaire (Gron) dan Buxtehude. Sayap (<>wing) dan menara (pylon) dikelola oleh Brian Fleet. CoE wing dan pylon akan mengelola pabrik di Filton, Broughton, St Eloi dan sebagian kawasan Bremen.Aft fuselage dan empennage dikelola oleh Manuel Hita-Romero. CoE aft fuselage dan empennage akan bekerja dengan pabrik-pabrik di Hamburg, Stade, Getafe, Puerto Real dan Illescas.Serta aerostruktur (aerostructure) oleh Bertrand George. CoE aerostructure akan memantau pabrik yang terletak di Nordenham, Varel, Laupheim, Nantes, Meaulte and St Nazaire (Ville). Head of Operations akan dibantu oleh Bertrand George sebagai Deputi yang juga bertanggung jawab atas seluruh proses industrial. Bagian program yang dipimpin oleh Tom Williams akan menghubungkan pelanggan global untuk berbagai aspek non-komersil. Struktur baru ini juga melihat kemungkinan untuk menyatukan beberapa fungsi utama seperti keuangan dan sumber daya manusia. Pengadaan juga akan dilakukan antar negara, di sekitar komoditas, dengankebutuhan barang dibeli dari satu tempat untuk keperluan seluruh perusahaan. Hal ini sesuai dengan tujuan Airbus untuk mengurangi jumlah pemasok-pemasok tingkat I, yang pada akhirnya dapat mengelola dan mengontrol jalur persediaan dengan lebih baik."Tujuannya adalah menjadikan Airbus sebagai arsitek dan integrator dalam pengembangan, pembuatan pesawat, dan dukungan untuk industri," ucap President dan Chief Executive Officer Airbus Louis Gallois. Setelah seluruh proses sosial yang dibutuhkan terpenuhi dan keperluan lainnya telah mencapai tahap final struktur organisasi baru ini akan siap diterapkan awal September tahun ini. Penyederhanaan organisasi ini juga akan mendukung implementasi program Power 8.
(ir/qom)











































