Sering Diselewengkan, Produksi Octane Booster Harus Distop

Sering Diselewengkan, Produksi Octane Booster Harus Distop

- detikFinance
Sabtu, 09 Jun 2007 14:05 WIB
Puncak, Bogor - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menghimbau agar produksi maupun impor octane booster (bahan pencampur BBM) dihentikan. Adanya produk itu dinilai memicu penyalahgunaan BBM subsidi.Kepala BPH Migas Tubagus Haryono menjelaskannya disela-sela sosialisasi fungsi BPH Migas di Puncak, Sabtu (9/6/2007).Octane booster sering digunakan untuk meng-up grade kandungan oktan di bahan bakar minyak. Jadi misalkan permium yang berkadar oktan 88 jika dicampur dengan octane booster bisa berkadar oktan 90 alias Pertamax.Kecanggihan ini justru membuat banyak pemilik kendaraan mewah yang seharusnya tidak menerima subsidi jadi ikut menikmatinya. Pasalnya, mereka malah membeli premium (BBM subsidi) walau kendaraannya berkualifikasi Pertamax yang harganya lebih mahal.Karena kualifikasi kadar oktan dapat diakali dengan octane booster tadi. Subsidi yang seharusnya untuk rakyat menengah kebawah jadi berkurang karena juga dikonsumsi oleh kalangan menengah atas."Makanya saya bikin pernyataan, octane booster itu dihentikanlah diproduksi. Karena tidak sejalan dengan program mengurangi subsidi," ujarnya.Namun hingga kini ia mengaku belum menyampaikan permintaannya secara resmi pada departemen terkait, yaitu departemen Perdagangan dan Perindustrian. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads