Belajar Jual BBM dari India

Belajar Jual BBM dari India

- detikFinance
Sabtu, 09 Jun 2007 15:40 WIB
Puncak, Bogor - Kunjungan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tubagus Haryono ke India kemarin rupanya mendatangkan ilham baginya soal kebijakan subsidi BBM disana.Di India, BBM sejenis premium tergolong BBM yang tidak disubsidi. Sehingga beban subsidi pemerintah jadi lebih ringan."Tadi saya baru ide, belum sikap resmi BPH Migas. Bagaimana kalau misalkan BBM RON (real octane number) 88 dilepas mekanisme pasar," ujarnya disela-sela sosialisasi fungsi BPH Migas di Puncak, Sabtu (9/6/2007).Selain mengurangi beban subsidi pemerintah, juga bisa membantu keamanan suplai di daerah. Karena pelaku bisnis akan terus mencari daerah mana yang bisa dipasok kebutuhannya."Badan usaha akan memenuhi daerah mana yang mengalami kekurangan. Jadi supply dan demand. Jadi bisa teratasi. Cuma butuh political will," ujarnya.Tubagus menjelaskan, itu karena sistem kenegaraan di India memungkinkan untuk melepas harga premium ke pasar."Mereka sistem negaranya beda, mereka negara bagian yang sangat otonom menentukan pajaknya sendiri, harga sendiri," katanya.Sedangkan untuk minyak tanah, kontrol harganya masih dipegang pemerintah karena volume kebutuhannya masih banyak.Kontrol minyak tanah di negara India ini menggunakan kartu kendali. Setiap Kepala Keluarga dijatah sekian liter dan tidak bisa lebih.Sistem ini memang agak sulit untuk diterapkan di Indonesia karena kemampuan beli masyarakat untuk premium dan minyak tanah masih rendah sehingga masih butuh subsidi pemerintah. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads