Updated
Kontrak ENI di Lapangan Krueng Mane Terancam Dicabut
Senin, 11 Jun 2007 16:05 WIB
Jakarta - Pemerintah siap mencabut kontrak eksplorasi perusahaan migas asal Italia, ENI Ltd di lapangan Krueng Mane, lepas pantai Sumatera Utara . Pencabutan itu akan dilakukan karena ENI belum memasukkan Plan Of Development (PoD) atau rencana pengembangan lapangan Krueng Mane hingga mendekati batas waktu tahun 2009. "Kita akan putus," kata Kepala BP Migas Kardaya Warnika menyatakannya disela-sela donor darah yang diselenggarakan di Departemen ESDM, Jakarta, Senin (11/06/2007). Dalam waktu dekat? "Ya, dalam waktu dekat," tambahnya. Ia menuturkan, sebenarnya pemerintah bersedia memberikan insentif untuk pengembangannya. Namun insentif akan diberikan bersamaan dengan masuknya PoD. "Masalahnya insentif itu dimasukkan bersama PoD. Kalau sampai batas akhir tidak diajukan, automatically kita cabut," ujarnya. ENI menandatangani kontrak eksplorasi di Krueng Mane selama 10 tahun pada 1999, jadi akan berakhir pada 2009. Rencananya, dari lapangan ini akan diproduksi gas untuk memasok pabrik pupuk Pupuk Iskandar Muda. Hingga akhir 2005, realisasi investasi di lapangan yang dimiliki 100% ENI Krueng Mane ini mencapai US$ 19,536,000.
(lih/qom)











































