Impor Solar untuk Industri Naik

Impor Solar untuk Industri Naik

- detikFinance
Rabu, 13 Jun 2007 14:09 WIB
Jakarta - Impor solar non subsidi untuk industri oleh badan usaha non Pertamina pada tahun 2007 diperkirakan naik. Pada tahun 2006, impor solar oleh badan usaha non pertamina mencapai 400 ribu kiloliter.Hal tersebut diungkapkan Direktur Pembinaan Usaha Hilir Ditjen Migas Departemen ESDM Erie Soedarmo menyatakannya usai diskusi migas di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (13/6/2007). "Untuk tahun ini forecast-nya naik. Tapi berapanya kita lihat realisasi sampai akhir tahun nanti. Saya nggak bisa bilang sekarang," ujarnya. Erie menjelaskan impor solar non subsidi tersebut didominasi oleh Shell, Petronas, dan AKR yang memang pemain besar dalam distribusi BBM di Indonesia. Selain solar, tahun lalu subsidi untuk premium juga turun untuk volume sebanyak 1,5 juta kilo liter. Naiknya impor solar non subsidi dan penurunan subsidi premium ini menandakan bahwa semakin sedikit penggunaan subsidi. "Itu berarti kita berhasil mengalihkan pasar dan ada real demand," ujarnya. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads