Kebijakan PSH, DMO dan PE Minyak Goreng Harus Serentak
Rabu, 13 Jun 2007 14:20 WIB
Jakarta - Kebijakan pemerintah dalam usahanya untuk menurunkan harga minyak goreng di pasar dinilai kurang efektif. Pemerintah seharusnya mengambil kebijakan yang sangat komperehensif dengan menjalankan serentak PSH (Program Stabilitas Harga), DMO (Domestic Market Obligation), dan PE (Pajak Ekspor). Hal ini dikatakan Pengamat Ekonomi Fadhil Hasan usai jumpa pers Tim Indonesia Bangkit terkait Paket Kebijakan Ekonomi yang baru saja dikeluarkan pemerintah, di rumah makan di kawasan Taman Ria Senayan, Jakarta, Rabu (13/6/2007)."Pemerintah sepertinya ingin mengikuti mekanisme pasar, harusnya memang kalau mau menghentikan laju harga minyak goreng harus komperehensif, PSH (Program Stabilitas Harga), DMO (Domestic Market Obligation), dan PE (Pajak Ekspor) dijalankan baru itu efektif," tuturnya.Fadhil juga mengatakan bahwa selain 3 langkah di atas, pemerintah juga punya cara lain untuk menurunkan harga minyak goreng. "Misalnya seperti yang dijalankan di Malaysia, subsidi diberikan kepada pabrik minyak goreng atas selisih kenaikan harga tersebut," jelasnya.Cara ini dinilainya lebih efektif ketimbang kebijakan kenaikan Pajak Ekspor yang ditetapkan oleh pemerintah saat ini. Menurutnya, jika sekarang PE ditingkatkan 5 persen menjadi 6,5 persen dengan kenaikan harga CPO sekitar 13 persen, itu tidak ada artinya. "Maka itu harga CPO tidak bisa diharapkan turun sehingga harga minyak goreng Rp 6.500-6.800 per liter akan tetap saja jadi Rp 8.000/liter," paparnya.Jadi menurutnya pemerintah harus mempunyai tujuan yang jelas dalam menetapkan kebijakannya. "Kalau harus diturunkan Rp 6.500/liter tidak akan cukup misalnya dengan PE, PSH tapi DMO juga, atau mungkin pemerintah mengambil alih subsidi pada minyak goreng," ujarnya. Menurutnya dengan adanya kenaikan harga minyak goreng ini, pemerintah harus belajar bahwa di dalam jangka menengah, pemenuhan kebutuhan barang pokok itu harus memiliki stok yang dikuasai. "Kalau sekarang tidak efektif cuma menghimbau-himbau saja," imbuhnya.
(dnl/ir)











































