Menkeu Sri Mulyani:
Disuruh Belanja Saja Kok Susah!
Rabu, 13 Jun 2007 17:11 WIB
Jakarta - Realisasi belanja pemerintah hingga bulan Mei 2007 baru mencapai 18 persen. Pemerintah berkilah belanja rendah bukan karena tidak ada dana.Tapi memang selain karena penyerapannya masih rendah juga karena tuntutan dalam belanja itu harus transparan biar tidak dikorupsi.Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani dalam diskusi publik yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (13/6/2007)."Kita selalu sampaikan di sidang kabinet, persoalan kita bukanlah kekurangan uang, tapi bagaimana menggunakannya. How to spend is another problem. Kenapa sih belanja saja kok susah, kalau Sri Mulyani gampang belanjanya di mal," ujarnya.Sri Mulyani mengatakan belanja negara itu lain urusannya dengan peraturan yang berbeda. "Kalau belanja zaman dulu gampang, karena Anda mau tunjuk langsung, mau temannya sendiri jadi supplier itu relatif bisa dijinakkan. Ada aturan tapi itu relatif tidak di-enforce," ujarnyaSekarang ini aturan belanja diperketat karena pemerintah ingin belajar dari krisis ekonomi yang melanda pada tahun 1997. Jangan sampai ketika pemerintah mengadakan tender untuk pengadaan barang menjadi sarang korupsi."Waktu kita krisis kita belajar apa yang salah dengan manajemen. Terus ada yang bilang mungkin mengatur ekonominya bagus, tapi tata kelola pemerintahannya jelek. Jadi kita sangat terobsesi dengan governance dan refleksi pertama dari governance itu adalah memperlengkapi diri dengan berbagai peraturan," ujarnya.
(ddn/qom)











































