Pertamina Lepas Anak Usaha Non-Inti Akhir 2007
Rabu, 13 Jun 2007 18:45 WIB
Jakarta - Pemerintah mendesak PT Pertamina (persero) untuk segera merestrukturisasi anak-anak perusahaannya, terutama yang tidak berkaitan dengan bisnis utama.Desakan tersebut disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil dan Menkeu Sri Mulyani kepada manajemen Pertamina saat berkunjung ke kantor Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Rabu (13/6/2007) sore.Hasil pertemuan itu disampaikan Dirut Pertamina Ari Soemarno kepada wartawan usai menerima kunjungan dua menteri tersebut. "Menekankan rekstrukturisasi anak perusahaan itu, membereskan anak perusahaan itu, khususnya yang tidak berkaitan dengan core bisnis kita mau diapain," ujar Ari.Menanggapi tuntutan itu, Ari menyatakan pihaknya siap membereskan anak perusahaan Pertamina. Saat ini Pertamina mengaku sudah punya konsultan dan diharapkan program ini bisa selesai akhir tahun ini. "Kita siap kaji, kita lihat apakah divestasi penuh, go public kah, atau bagaimana. Kita sedang susun skema itu," ujarnya. Sejauh ini memang banyak anak perusahaan Pertamina yang tidak berkaitan dengan bisnis intinya dibidang pertambangan minyak dan gas. Sebut saja rumah sakit, hotel, dan gedung perkantoran. Ari mengakui banyak anak perusahaan yang rugi sehingga membebani induk Pertamina. "Rata-rata anak perusahaan Pertamina itu berjalan relatif masih memberikan sedikit kontribusi. Ada yang rugi, tapi berkurang dari waktu ke waktu," tandasnya.
(lih/qom)











































