AS Beri Lampu Hijau Soal Debt Swap
Kamis, 14 Jun 2007 17:25 WIB
Jakarta - Selain dengan negara-negara Eropa, Indonesia berpotensi mendapat keringangan utang berupa debt swap dengan Amerika Serikat senilai US$ 19,7 juta. AS mensyaratkan Indonesia membuat proyek yang berkaitan dengan lingkungan. Utang dari AS akan dikonversi untuk membiayai proyek lingkungan itu.Hal tersebut disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan International Mahendra Siregar dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta (14/6/2007). "Kami baru memperoleh persetujuan dari pihak pemerintah AS kira-kira 2 hari lalu untuk membicarakan lebih lanjut kemungkinan penghapusan utang dengan AS sejumlah US$ 19,7 juta bagi program yang terkait dengan perlindungan hutan," ujarnya. Dia mengatakan bahwa penyelesaian debt swap dengan Amerika Serikat ini masih dalam tahap awal yang akan difinalisasi. "Jadi ketimbang kita bayar ke mereka lebih baik kita lakukan untuk pemeliharaan dan proteksi hutan dan kita pakai untuk program kita. Ini masih baru terima persetujuannya dan akan kami segera follow up untuk persiapan-persiapan teknis melaksanakan hal ini dengan segera," ungkapnya..AS lanjut Mahendra mempunyai fasilitas untuk mencegah kerusakan hutan yang disebut tropical forest act. "Lalu mereka berikan kepada negara lain, berdasar hal itu kita pelajari, kita minta, dan secara prinsip sudah disetujui. Hanya sekarang kita siapkanlah proyek dan kegiatannya yang sesuai," tambahnya.. Selain dengan AS, Indonesia juga sedang mengejar kesepakatan utang dengan Jerman melalui program sosial kepada Global Fund untuk program membantu penyakit malaria, TBC dan HIV. "Jadi syaratnya kita memberikan USD 25 juta kepada Global Fund, maka Jerman akan menghapus utang kita sebesar USD 50 juta," jelasnya. Untuk debt swap dengan Jerman, pemerintah akan mengejar tahun ini disepakati. "Kalau bisa tahun ini, tapi memang tidak bisa penuh seluruhnya tahun ini untuk Global Fund," ujarnya. Mahendra mengatakan bahwa Indonesia dengan adanya berbagai rencana program debt swap, maka Indonesia memiliki potensi debt swap sebesar US$ 200 juta untuk utang luar negeri.Sementara untuk tahun 2008 potensi debt swap sebesar USD 69,7 juta datang dari Jerman dan Amerika Serikat.
(dnl/ddn)











































