Paket Ekonomi Diragukan, Boediono Santai
Kamis, 14 Jun 2007 17:51 WIB
Jakarta - Munculnya berbagai kritikan mengenai paket kebijakan ekonomi yang baru saja dikeluarkan oleh pemerintah, Menko Perekonomian Boediono menanggapinya dengan sikap tenang."Kritik itu saya pikir bagus, karena ini iklim demokrasi, jadi ini bagus. Tapi kita akan perbaiki dari sisi yang memang perlu diperbaiki, itu langkah kebijakan yang memang akan kita tempuh. Kita laksanakan nanti, kita nilai saja dan kita lihat nanti seperti apa hasilnya," ujar Boediono di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta (14/6/2007).Meskipun begitu, Boediono tidak membantah bahwa ada kemunduran realisasi paket-paket kebijakan pemerintah sebelumnya, dia mengatakan bahwa antara pihak eksekutif dan legislatif harus bisa bekerjasama agar paket kebijakan yang direncanakan oleh pemerintah dapat direalisasi sesuai jadwalnya."Yang lampau sebenarnya banyak yang selesai, hanya beberapa seperti UU perburuhan kan sulit itu, UU Pajak itu kan mundur pembahasannya tapi toh selesai juga, dan ini bagus. UU Penanaman Modal juga mundur sedikit. Hal-hal yang seperti ini memang di luar prediksi kita," ungkapnya.Agar realisasi kebijakan tidak mundur, Boediono mengatakan bahwa pemerintah akan terus konsisten dalam merealisasi hal ini. "Kan dampak ini sangat panjang terkait dengan landasan-landasan seperti perbaikan perijinan dan ini sekaligus tidak akan menarik berbondong-bondong investor ke Indonesia minggu berikutnya, kan tidak begitu, jadi harus sabar," paparnya.Selain itu, Boediono mengatakan bahwa rapor pemerintah dalam beberapa hal sudah lumayan. Antara lain soal investasi baik domestik maupun asing."Tapi sekarang ini mulai masuk, kita lihat angkanya saja dari investasi, banyak yang masuk, memang belum terlaksana betul-betul tapi sudah masuk ke catatan BKPM," ujarnya.Dia menambahkan bahwa selama triwulan terakhir ini sudah banyak pengajuan investasi yang masuk. "Kalau sudah masuk aplikasi maka follow up-nya tinggal pelaksanaan, perizinan dan segala macam, maka paket ini bisa dipercepat. Kita belum tahu bagaimana reaksi di lapangan terhadap paket ini," tuturnya.
(dnl/ddn)











































