Rekening Liar Untuk Operasional Tak Langsung Ditutup

Rekening Liar Untuk Operasional Tak Langsung Ditutup

- detikFinance
Jumat, 15 Jun 2007 15:19 WIB
Jakarta - Rekening-rekening liar yang digunakan untuk operasional tidak akan langsung ditutup. Menkeu Sri Mulyani memberi rekomendasi untuk 5 rekening liar operasional itu.1. Keberadaan rekening operasional dipertahankan, tapi seluruh penerimaan, pengeluaran dan saldo harus ada pelaporannya. 2. Rekening yang bersifat escrow, dipertahan untuk sementara waktu. Hal serupa jugha berlaku untuk rekening penampung pengembalian dana investasi. 3. Rekening khusus yang sifatnya permanen, seperti pelayanan haji Depag dan dana investasi Depkeu, tetap dipertahankan tapi dananya dialihkan ke BLU. 4. Rekening penerimaan dana kontrakstor migas asing dialihkan sebagai rekening perhitungan pihak ke tiga pada dirjen pebendaharaan negara. 5. Rekening dipertahankan dan cukup diungkapkan oleh lembaga bersangkutan. Dengan demikian keberadaannya akan dinyatakan sebagai rekening sah.Sri Mulyani menjelaskan, dana yang tersimpan dalam rekening liar selanjutnya akan dialihkan ke kas negara. Ia menambahkan, Penertiban rekening kementiran dan lembaga sebenarnya telah pemerintah berlakukan sejak tahun lalu. Hasilnya tindak lanjut rekomendasi BPK tahun lalu, saldo kas negara bertambah lagi triliunan rupiah. "Pemerintah telah lakukan penertiban rekening, dan ditemukan ada 1892 rekening lagi dengan nilai total Rp 9,7 triliun. Ini kita tutup semua, dan sebanyak Rp 5,5 triliun diantaranya telah dipakai untuk pembiayaan negara," kata Sri Mulyani di Kantor Presiden, Jakarta (15/6/2007). Khusus untuk rekening yang bersifat operasional, tentu saja Depkeu tidak dapat begitu saja menutupnya. Khusus untuk itu Depkeu merekomendasikan sejumlah penanganan berbeda tergantung jenis rekening bersangkutan. "Untuk rekening-rekening yang selama ini keberadaannya tidak resmi klasifikasinya, maka perlu dilalukan investigasi atau diperiksa lebih lanjut," tandasnya. (lh/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads