Utang RDI dan SLA BUMN Yang Dihapus Hanya Rp 5 Triliun
Jumat, 15 Jun 2007 15:42 WIB
Jakarta - Penyelesaian utang BUMN melalui Rekening Dana Investasi (RDI) dan Subsidiary Loan Agreement (SLA) tidak seluruhnya dilakukan dengan menghapus. Hanya Rp 5 triliun utang RDI dan SLA yang akan dihapus. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Menneg BUMN M Said Didu kepada wartawan di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (15/6/2007)."Setelah kita pelajari, kemungkinan besar kita tidak akan pakai penghapusan utang. Kemungkinan yang akan dikonsultasikan ke DPR adalah sekitar Rp 5 triliun dari total utang RDI dan SLA BUMN yang jumlahnya sekitar Rp 53 triliun. Jadi hanya 10 persennya," jelas Said.Penyelesaian utang RDI dan SLA BUMN merupakan salah satu butir ketentuan yang masuk dalam paket kebijakan sektor keuangan yang baru saja dirilis pemerintah. Dalam paket kebijakan itu, pemerintah menargetkan penyelesaian pinjaman RDI dan SLA pada November 2007.Said menjelaskan, dari total pinjaman RDI dan SLA sebesar Rp 53 triliun, hanya Rp 15 triliun yang bermasalah. Sementara Rp 35 triliun bersifat lancar dan bisa dibayar oleh BUMN pada tahun ini. "Jadi dari Rp 15 triliun, hanya Rp 5 triliun yang dikonsultasikan ke DPR dengan cara pemindahbukuan jumlah tersebut menjadi aset negara yang dipisahkan," tambah Said.Sementara yang Rp 10 triliun, akan di-reschedulling. Pinjaman RDI dan SLA yang macet sebesar Rp 5 triliun itu ada di PANN Multifinance, PT PAL, RNI. RDI dan SLA merupakan pinjaman luar negeri yang disalurkan kepada pemda, BUMN, BUMD dan koperasi.
(qom/ddn)











































