Berat, Visi Industri Nasional 2010 Versi Kadin
Jumat, 15 Jun 2007 16:01 WIB
Bandung - Kamar Dagang Industri (Kadin) beberapa waktu lalu pernah mengeluarkan Visi 2030 dan Roadmap 2010 Industri Nasional. Namun pemerintah mengakui visi itu terlalu muluk-muluk.Dalam roadmap 2010 industri nasional, Kadin menargetkan kontribusi industri manufaktur mencapai 35 persen terhadap ekonomi Indonesia secara keseluruhan."Hal itu sangat berat karena saat ini saja kontribusinya 28,12 persen dan per tahun tumbuh 2 persen itu pun kalau berjalan lancar. Kita perkirakan sampai tahun 2010 mendekati 31-32 persen," ujar Sekjen Departemen Perindustrian Agus Tjahayana.Ia menyampaikan hal itu saat pembukaan workshop pendalaman kebijakan industri dengan wartawan di Hotel Panghegar, Jalan Merdeka, Bandung, Jumat (15/6/2007).Selain itu industri nasional juga masih terkendala energi, karena industri manufaktur sangat membutuhkan energi khususnya minyak dan gas bumi. "Neraca migas kita masih negatif dari tahun ke tahun," ujarnya.Agus juga relatif pesimistis dengan sasaran Kadin lainnya. Yakni mengenai ekspor. Tahun 2010 ekspor industri nasional minimal 50 persen dari total hasil produksi diikuti dengan penuruan impor bahan baku komponen dari tahun ke tahun.Menurutnya untuk mencapai hal ini tergantung kebijakan setiap pengusaha apakah akan mau mengeskpor produknya atau tidak. "Decision untuk mengeskpor tergantung pengusaha. Saat ini perusahaan domestik yang melakukan ekspor 30-40 persen dari produksinya," ujarnya.
(ddn/qom)











































