Dana Restrukturisasi Tekstil Masih Tersisa Rp 128,5 M

Dana Restrukturisasi Tekstil Masih Tersisa Rp 128,5 M

- detikFinance
Jumat, 15 Jun 2007 17:41 WIB
Bandung - Karena plafon dana restrukturisasi mesin pertektilan masih tersisa banyak, Departemen Perindustrian (Depperin) mengundang kembali para pengusaha tekstil untuk ikut serta dalam program tersebut.Saat ini dari total dana yang disediakan Rp 335 miliar, baru 91 perusahaan yang mendaftar dengan total nilai pengajuan Rp 206,5 miliar.Hal ini diungkapkan Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Depperin Ansari Bukhari dalam workshop 'Pendalaman Kebijakan Industri bagi Wartawan' di Hotel Panghegar, Bandung, Jumat (157/2007).Menurutnya untuk skim I yang diperuntukkan untuk perusahaan besar, sudah ada 70 perusahaan yang mengajukan dengan total nilai Rp 142 miliar dari total dana yang disediakan Rp 255 miliar. Total peningkatan investasi dari 70 perusahaan tersebut sudah mencapai Rp 1,89 triliun atau melebihi target awal Rp 1,7 triliun peningkatan investasi dari dana skim I itu."Untuk itu, bagi pengusaha teksil yang belum mendaftar untuk segera mengajukan sebelum batas akhir pendaftaran 29 juni 2007. Apabila sampai batas 29 Juni plafon belum habis maka akan diperpanjang satu bulan," ujarnya. Hingga saat ini, dari 70 perusahaan yang mengajuakan skim I, 20 diantaranya sedang diverifikasi oleh surveyor. Sementara sisanya masih melengkapi administrasi.Sementara itu, untuk dana restrukturisasi mesin skim II yang ditujukan bagi usaha kecil menengah (UKM), saat ini sudah terdapat 21 UKM yang mendaftar dengan nilai plafon Rp 64,5 miliar. Sedangkan total plafon yang disediakan Rp 80 miliar. Dari 21 perusahaan itu baru 4 perusahaan yang sudah melengkapi administrasi.Program restrukturisasi mesin ini dimaksudkan untuk meningkatkan produksi dan kualitas industri tekstil Indonesia sehingga bisa mendongkrak eksppr tekstil. Saat ini industri tekstil Indonesia tidak efisien karena menggunakan mesin-mesin tua yang sudah perlu diganti baru. (ard/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads