Minim Promosi, Industri Jarang Pakai Balai Penelitian
Sabtu, 16 Jun 2007 15:02 WIB
Bandung -
Departemen Perindustrian (Depperin) meminta perusahaan di Indonesia untuk menggunakan menggunakan fasilitas di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri yang dimiliki Depperin.Balai besar penelitian dan pengembangan yang dimiliki Depperin ada 11 jenis, yakni Balai Besar Industri Logam dan Mesin, Industri Kimia dan Kemasan, Industri Bahan dan Barang Teknik, Industri Agro, Industri Pulp dan Kertas, Industri Keramik, Industri Tekstil, Industri Kerajinan dan Batik, Industri Karet dan Plastik, Industri Hasil Perkebunan, dan Balai Besar Teknologi Pencemaran Industri.Depperin mengaku, keberadaan balai besar ini kurang promosi sehingga pengusaha kurang mengenal balai besar, padahal 11 balai ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing industri di tengah persaingan global.Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Depperin Rifana Erni saat workshop, pendalaman kebijakan industri di Balai Besar Industri Tekstil, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Minggu (16/6/2007)."Kita akui balai besar ini kurang promosi, sehinga banyak masyarakat belum mengetahui fasilitas ini, karena itu kami akan mencoba untuk terus promosi," ujarnya.Menurut Rifana, perusahaan yang menggunakan fasilitias uji laboratorium di Balai Besar tidak dipungut biaya yang terlalu mahal.. "Mungkin mereka hanya membayar jasa konsultasi, advokasi dan diklat," ujarnya.Menurutnya balai besar ini mempunyai tugas pokok melakukan penelitan dan pengembangan teknologi industri, standarisasi, pemasaran, kerja sama, promosi dan pelayanan informasi. Untuk terciptanya industri yang berdaya saing dengan berbasis riset, balai besar telah melakukan berbagai riset dan bekerja sama dengan lembaga di luar negeri, seperti penelitian pengolahan air limbah industri secara sederhana dengan Nedo Jepang, selain itu juga melakuan riset bekerja sama dengan JICA dalam bidang minyak atsiri, CPO, dan kemasan.Beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan Balai Besar Tekstil misalnya Sritex, Farmatex dan Argo Pantes.Balai besar industri juga bekerja sama dengan lembaga di Cina, Korea dan Italia di bidang tekonolgi kulit, proses bambu, serat rami, dan polimer alami. Kerja sama yang baru-baru ini dilakukan adalah riset pemanfaatan limbah electroplating untuk pewarna keramik dan pemanfaatn limbah untuk bahan bangunan keramikSelain memiliki 11 Balai Besar, Depperin juga memiliki 11 Baristand (Badan Riset dan Standarisasi) yang tersebar di beberapa provinsi.
(ddn/ddn)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































