5 Kali Jelaskan Soal CPO ke DPR, Fahmi Idris Bete

5 Kali Jelaskan Soal CPO ke DPR, Fahmi Idris Bete

- detikFinance
Senin, 18 Jun 2007 17:23 WIB
Jakarta - Penjelasan pertama soal pengenaan pungutan ekspor (PE) tambahan CPO tidak memuaskan DPR. Menteri Perindustrian Fahmi Idris pun harus menjelaskannya hingga 5 kali kepada DPR. Tak heran, Fahmi pun menjelaskannya dengan bete.Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/6/2007), Fahmi harus meladeni pertanyaaan anggota DPR yang menilai kebijakan pungutan ekspor tidak akan berhasil menekan harga minyak goreng.Misalnya anggota Komisi VI dari Fraksi PPP Efiyardi Asda yang menilai keputusan PE tambahan sebagai keputusan yang bukan solusi. "Itu dipastikan akan gagal untuk menekan harga dalam negeri, keputusan meningkatkan PE justru akan membuat harga goreng naik," ujar Efiyardi.Merasa kesal dibilang gagal, Fahmi dengan nada agak tinggi balik mengatakan kalau PE itu bukan imbauan tetapi suatu keputusan. Bagi yang tidak melaksanakan itu, imbuh Fahmi, pasti akan kena sanksi.Keputusan menaikkan PE diambil bersama menteri terkait lainnya seperti Menneg BUMN, Menteri Perdagangan dan Menteri Keuangan. Fahmi mengaku dalam rapat dengan DPR sudah 5 kali pihaknya menerangkan soal PE baru ini. "Kita sudah jelaskan ini yang kelima kali, saya sealiran dengan Menteri Pertanian, saya lebih cenderung untuk memilih instrumen DMO, sedang dikaji DMO itu, tapi kan harga terus naik kita tidak bisa menunggu. Tanggal 15 kemarin diputuskan, jadi tidak bisa dikatakan keputusan yang baru berumur 2 hari akan gagal," ujar Fahmi.Dengan kebijakan PE baru, Fahmi yakin ekspor CPO akan terhambat. Diperkirakan dalam waktu 2 minggu harga minyak goreng akan turun menjadi Rp 6.800 per kg. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads