Jalin Kerjasama CPO
RI-Malaysia Tak Mau Jadi Kartel
Selasa, 19 Jun 2007 11:20 WIB
Jakarta -
Indonesia akan terus menjalin kerjasama dengan Malaysia dalam mengembangkan pasar CPO. Diharapkan Indonesia dan Malaysia menjadi dua pemain utama dalam pasar CPO dunia. "Tapi itu bukan kartel ya. Istilah kartel itu menakutkan semua orang. Ini kerjasama saja antara kita," kata Menko Perekonomian Boediono sambil tertawa.Hal itu disampaikannya usai menerima kunjungan Minister in The Prime Minister Department Malaysia Dato Sri Mohammad Effendi Norwawi di lantai 4, Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (19/6/2007).Namun bentuk kerjasama pengembangan CPO ini belum jelas karena masih akan dibahas lebih lanjut di level tim teknis. "Kita akan follow up dalam tim teknis. Kita akan lihat upaya dua-duanya ini bisa mengembangkan kelapa sawit sehingga bisa menjadi kekuatan yang handal di pasar dunia," jelas Boediono.Pastinya, kerjasama konkrit Indonesia dan Malaysia terutama adalah untuk pengembangan industri hilirnya, "Apa yang bisa dikembangkan secara sama-sama disini," ujarnya.Boediono menambahkan, kedatangan delegasi Malaysia kali ini tidak membawa komitmen investasi. "Dato itu tidak bawa uang. Yang investasi itu swasta, bisnis. Tetapi pemerintah akan melakukan fasilitasi, membuat iklim yang lebih baik," ungkapnya.Sementara Effendi menilai, tingginya harga CPO saat ini semata disebabkan karena faktor permintaan dan penawaran. "Ini kan market. Jadi tergantung suplai dan demand. Jadi bagaimana memberi peluang menjadi player utama di dunia," ujarnya singkat.Sayangnya, Effendi tidak banyak memberi keterangan. Acara pertemuan ini sendiri sempat membuat wartawan kesal karena acara jumpa pers yang dijanjikan batal dilaksanakan.Semula panitia menjanjikan ada jumpa pers hasil pertemuan tersebut pada pukul 10.00 WIB. Namun saat wartawan menunggu, tiba-tiba dua menteri itu keluar. Sekitar 20-an wartawan pun langsung terbirit-birit, namun berhasil mencegat dua pejabat itu.Alhasil, jumpa pers dadakan yang berlangsung singkat berlangsung di depan lift, lantai 4 Gedung Depkeu.
(qom/ir)










































