Pemerintah Ajukan 2 Skema Penurunan Subsidi BBM

Pemerintah Ajukan 2 Skema Penurunan Subsidi BBM

- detikFinance
Selasa, 19 Jun 2007 15:19 WIB
Jakarta - Pemerintah mengajukan dua pilihan penurunan subsidi BBM untuk RAPBN 2008 sampai Rp 10-20 triliun berdasarkan Indonesian Crude Price. Penurunan subsidi tersebut disebabkan turunnya margin untuk Pertamina dan konversi minyak tanah ke elpiji. Dirjen Migas Departemen ESDM Luluk Sumiarso menjabarkannya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (19/6/2007). Dengan menggunakan asumsi nilai tukar rupiah Rp 9.300, pilihan subsidi pertama sebesar Rp 40,973 triliun dengan asumsi harga minyak (ICP) US$ 57 per barel. Pilihan kedua sebesar Rp 49,695 triliun dengan asumsi harga minyak US$ 60 per barel. Dengan begitu, subsidi BBM turun sekitar Rp 10-20 triliun dari tahun ini yang sebesar Rp 61,9 triliun. Sementara jika menggunakan asumsi Rp 9.400, maka untuk harga minyak US$ 57 per barel, subsidi akan sebesar Rp 42,755 triliun. Sedangkan untuk harga minyak US$ 60 per barel, subsidi bisa mencapai sebesar Rp 51,515 triliun. Semua perhitungan tersebut sudah memperhitungkan konversi minyak tanah ke LPG. Volume premium sebesar 16,9 juta kilo liter, minyak tanah 8,618 juta kilo liter, dan solar 11 juta kilo liter, dan LPG (setara minyak tanah) 728,771 ton. Total ketiga jenis BBM itu turun sekitar 1,3 juta kilo liter dari alokasi tahun ini yang sebesar 37,9 juta kilo liter. Selain itu, pemerintah juga menyatakan, marjin usaha untuk Pertamina akan dipangkas dari 14,1% menjadi 13,5% tahun depan. "Kita sudah bicara dengan Pertamina. Kita tekan dalam rangka menurunkan subsidi," ujarnya. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads