BPK: Angka Perbendaharaan Negara-Kementerian Tidak Cocok
Selasa, 19 Jun 2007 16:42 WIB
Jakarta -
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam laporan hasil pemeriksaannya terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2006 melaporkan adanya ketidakcocokan pengeluaran angka yang bersumber dari Perbendaharaan Negara dengan kementerian atau lembaga negara dalam penggunaan anggaran. Selisihnya sekitar Rp 950 miliar.Hal ini dikatakan oleh Anggota BPK Agung Rai ketika ditemui usai Rapat Paripurna dengan DPR dalam acara penyampaian Hasil Pemeriksaan BPK terhadap LKPP Tahun 2006 di Ruang Paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (19/6/2007)."Seharusnya realisasi anggaran itu berdasarkan realisasi anggaran departemen, tapi di lain pihak Dirjen Perbendaharaan juga menyusun realisasi anggaran, sumbernya sama," jelas Agung.Dalam laporan BPK dikatakan, karena ketidakcocokan angka tersebut maka masih dilaporkan perkiraan suspensi (suspend account) atau realisasi belanja yang tidak teridentifikasi."Seyogyanya kan jumlah yang disusun perbendaharaan dengan departemen sama, tapi ini selisih, selisihnya itu sekitar Rp 950 miliar," jelasnya.Sementara Ketua BPK Anwar Nasution mengatakan bahwa harus ada perbaikan di sistem IT. "Sistem IT kita harus diperbaiki, di Depkeu ada macam-macam sistem IT itu, jadi dari situ dapat kita lihat apakah ada korupsi itu," jelasnya. Selain itu, Agung Rai juga menyatakan pendapatnya mengenai rekening liar yang ada di kementerian dan lembaga (K/L). "Di laporan keuangan kita belum sampai ke tingkat investigasi, tetapi dari sini kita bisa melanjutkan ke investigasi apabila kita melihat. Itu kan nanti juga ada evaluasi, contoh pemeriksaan rekening di antara 5.000 kita periksa satu per satu kan tidak mungkin. Tetapi mungkin kita akan pilih 1 atau 2 yang kecurigaan kita cukup tinggi kemudian masuk ke pemeriksaan rekening itu," paparnya. Agung Rai juga menyatakan penghargaannya kepada Departemen Keuangan terkait peraturan yang dikeluarkan dalam rangka penertiban rekening K/L. "Tapi saya appreciate dengan Depkeu, mereka mulai giat, buktinya apa, rekeningnya bertambah kan, beranak, artinya mereka sudah mulai mencoba mencari," ujarnya.
(dnl/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































