Produksi Ethanol Jangan Ganggu Pasokan Gula
Selasa, 19 Jun 2007 17:30 WIB
Pati - Produksi ethanol sebagai salah satu energi alternatif pengganti BBM yang memakai bahan baku tebu, diharapkan tidak mengganggu pasokan tebu untuk produksi gula Indonesia.Wakil Presiden Jusuf Kalla mengangap diperlukan harmoni dalam penggunaan konsumsi tebu sebagai gula dan sebagai sumber energi alternatif ethanol. Kalla mendorong para petani tebu agar mau melakukan intensifikasi lahan di luar pulau Jawa, mengingat kebutuhan konsumsi tebu semakin tinggi. "Harga gula sedang baik dalam pasar internasional karena gula menjadi substitusi energi untuk ethanol. Harga gula seperti harga minyak karena kebutuhan gula semakin tinggi. Tapi diperlukan harmoni kebutuhan gula dengan kebutuhan ethanol," kata Kalla dalam kunjungannya ke Pabrik Gula Trangkil milik PT Kebon Agung, Pati, Jawa Tengah, Selasa (19/6/2007)."Jangan sampai mengganggu kebutuhan gula nasional. Jangan sampai tebu-tebu habis dijadikan ethanol semua maka pabrik gula harus meningkatkan kapasitas produksi dengan revitalisasi," tambah kalla.Menurut Kalla dalam pelaksanaan revitalisasi membutuhkan investasi dan kerjasama antara petani, pabrik gula dan pemerintah dalam bentuk penyediaan bibit varietas unggul. Selain itu perbankan harus turut serta seperti melakukan pemberian kredit."Kalau mengembangkan lahan di pulau Jawa sudah tidak mugkin lagi karena tanahnya sudah tidak ada lagi. Kebutuhan gula sangat tinggi maka revitalisass pebrik gula harus segera dilaksanakan," kata Kalla.Dalam kunjungan ke Pabrik Gula Trangkil yang merupakan pabrik tertua di Jawa Tengah, Wapres didampingi Mentan, Mendag, Menperin, Gubernur BI, Dirut BRI, Dirut BNI dan Dirut BCA.
(arn/ir)










































