Petani Tebu Curhat Masalah Rendemen Tebu Ke JK

Petani Tebu Curhat Masalah Rendemen Tebu Ke JK

- detikFinance
Selasa, 19 Jun 2007 18:23 WIB
Pati - Sejumlah petani tebu mengeluhkan rendemen tebu mereka yang makin rendah. karena hal itu berpengaruh terhadap penghasilan yang diperoleh para petani."Sekarang dari satu kuintal produksi cuma dapat 4 kg," keluh Hadipan, petani tebu asal Pati saat dialog dengan Wapres Jusuf Kalla usai kunjungan pabrik Gula Trangkil milik PT Kebon Agung, Pati, Jawa Tengah, Selasa (19/6/2007).Hadipan menjelaskan rendemen rendah disebabkan musim hujan yang mundur dan kualitas dari varietas unggul. Untuk itu, Hadipan meminta Departemen pertanian agar mmemperhatikan hal tersebut."Subsidi pupuk mohon diteruskan, kita meminta ada tambahan kuota pupuk untuk tanaman tebu karena sebagian besar pupuk habis terserap oleh tanaman pangan dan hortikultura," kata Hadipan. Menurutnya, penyebab lain rendahnya rendemen ini juga disebabkan karena sulitnya irigasi. Padahal tanaman tebu membutuhkan air yang cukup banyak."Di Pati ada dua waduk tapi dangkal semua. Kami minta pemerintah segera melakukan normalisasi waduk tersebut," tambah Hadipan.Keluhan yang sama juga diutarakan para petani tebu saat Wapres berkunjung ke pabrik gula Rendeng di Kudus, Jateng ."Musim hujan baru mulai Januari, sehingga masa tanam menjadi mundur. Kredit ketahanan pangan juga tidak cukup. Kredit dari BRI tiap hektarnya hanya Rp 500 ribu padahal biaya tanam untuk satu tahun dengan kualitas rendemen tinggi diperlukan dana Rp 6 juta perhektar," keluh Pono, seorang petani tebu.Menanggapi hal itu Jusuf Kalla meminta Mentan agar memperbaiki distribusi pupuk terutama bagi petani tebu."Dengar kan pak Anton (Mentan) distribusi pupuk diperbaiki ya," kata Jusuf kalla. (arn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads