Petrogas-4Gas BV Jalin Kerjasama Pembangunan Terminal LNG
Selasa, 19 Jun 2007 19:42 WIB
Jakarta - BUMD Pemprov Jatim, PT Petrogas Jatim Utama menjalin kerjasama dengan perusahaan Belanda 4Gas BV untuk studi kelayakan pembangunan terminal LNG. 4Gas BV merupakan perusahaan pengembang dan operator terminal LNG yang bermarkas di Rotterdam. Keduanya sepakat untuk menjalin kerjasama menyusun studi kelayakan pembangunan terminal LNG.Nota kesepahaman telah ditandatanganani di kantor perwakilan 4Gas di Jakarta, Selasa (19/6/2007)."Penandatanganan ini adalah kesepakatan penting yang akan memungkinkan kelanjutan pembangunan ekonomi dan industri di Jawa Timur," ujar Abdul Muid, Direktur Utama Petrogas. "Sebagai lanjutan dari proyek terminal LNG di Inggris, Belanda, Perancis, Kanada dan Amerika Serikat, kini kami turut pula berkonsentrasi di Asia. Indonesia adalah salah satu ekonomi terbesar di Asia yang sangat menjanjikan," ujar Harry Van Rietschoten, Executive Director dan General Counsel 4Gas.Abdul menjelaskan, tanpa adanya tambahan gas dari sumber domestik dan luar negeri, industri-industri di Jawa Timur akan mengalami gangguan serius. Sementara Van Rietschoten menambahkan, dengan tersedianya kandungan gas domestik serta dari sumber lainnya, maka gas tersebut perlu diimpor melalui suatu terminal. "Studi kelayakan bersama yang akan dilaksanakan nanti akan mengidentifikasikan jenis terminal apa yang akan dibutuhkan bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur," katanya.MOU tersebut berfokus pada penyusunan suatu studi kelayakan yang menyeluruh, yang akan menentukan apakah terminal LNG yang akan dibangun di lokasi yang paling strategis dan disetujui semua pihak, akan bersifat fixed atau floating. Kedua belah pihak juga sepakat untuk memasukkan ketentuan-ketentuan dalam hal komersial serta kontrak dengan pihak ketiga ke dalam studi kelayakan tersebut.MOU ini merujuk pada suatu hak penolakan pertama (right of first refusal) oleh perusahaan-perusahaan asal Jawa Timur selama proses konstruksi, sembari menerapkan transparansi secara penuh dan kebijakan-kebijakan non-KKN, termasuk dalam proses tender. Terminal LNG ini dapat menyediakan alternatif lain untuk mengatasi masalah krisis energi di Jawa Timur dan wilayah lain di Indonesia, termasuk untuk memenuhi kebutuhan industri-industri, pembangkit listrik dan konsumen lain di daerah sekitarnya.
(qom/qom)











































