ADB dan Bank Dunia Ingin Danai Proyek Listrik RI
Rabu, 20 Jun 2007 10:44 WIB
Jakarta - Beberapa lembaga keuangan internasional seperti Asia Development Bank (ADB) dan Bank Dunia berminat mendanai proyek jaringan dan transmisi listrik di Indonesia. Dalam 5 tahun kedepan, kebutuhan untuk pembangunan transmisi (termasuk untuk proyek 10.000 MW) dibutuhkan investasi sebesar Rp 30-40 triliun. Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) J Purwono menyatakannya disela-sela Sosialisasi Akreditasi dan Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan di kantor Indonesia Power, Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (20/6/2007). "Rata-rata pinjaman dari lembaga internasional seperti ADB dan World Bank sudah sejak lama ingin fokus di jaringan dan transmisi," ujarnya. Purwono menjelaskan, hal ini disebabkan sudah banyak lembaga keuangan lain yang fokus memberi pinjaman di sektor pembangkit. Penguatan jaringan juga sedang dilakukan di Sumatera. Diharapkan, bulan Oktober nanti interkoneksi Sumatera bisa selesai dibangun sepanjang 103 km. Sedangkan untuk tambahan pasokan listriknya, pada akhir tahun PLTU Tarahan, Sumatera Selatan unit 1 (100 MW) ditargetkan mulai bisa beroperasi. "Jadi mulai akhir tahun ini seharusnya Sumatera cukup, tidak ada lagi kekurangan," tambahnya.
(lih/qom)











































