4 Pembangkit Off
Jawa-Bali Terancam Gelap Gulita
Rabu, 20 Jun 2007 14:00 WIB
Jakarta - Sistem jaringan listrik Jawa Bali mulai Kamis (21/6/2007) malam terancam gelap gulita akibat pemadaman karena kehilangan pasokan listrik hingga 1.7800 MW. Pemadaman akan terjadi di beberapa lokasi secara bersamaan. Saat ini PLN tengah menghitung lokasi mana saja yang akan dipadamkan. General Manager Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban (P3B) Jawa Bali PLN Muljo Adji menyatakan, kehilangan pasokan listrik terjadi karena ada 4 pembangkit yang tidak beroperasi. Pemadaman dipicu matinya PLTG Muara Tawar 6x140 MW karena kehabisan BBM. Pada saat yang bersamaan, 3 pembangkit lainnya di sistem Jawa Bali juga tidak beroperasi. Pembangkit tersebut adalah PLTGU Cilegon (740 MW) yang mati karena tidak mendapat pasokan gas. Kapasitas total PLTGU CIlegon adalah 740 MW, namun karena yang beroperasi baru 40 MW, maka kehilangannya 40 MW.Juga PLTU Paiton unit 7 milik PT Paiton Energy Company yang mengalami kerusakan teknis (600 MW), dan PLTU Cilacap unit 2 (300 MW) yang memang belum beroperasi. Namun Muljo menegaskan, pihaknya masih menunggu kepastian dari PT PEC yang diharapkan bisa mengusahakan PLTU Paiton beroperasi besok. Dengan begitu, defisit listrik yang terjadi tidak terlalu besar sehingga pemadaman bisa terhindarkan. "Kalau besok Paiton bisa operasi, defisit tidak besar. Seperti hari ini defisit 300 MW. Kalau 300 MW kita bisa melakukan burn out. Kita imbau industri-industri mengurangi pembangkit. Tapi kalau besar ya harus padam, nanti saya kabarkan," ujarnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, penanganan PLTG Muara Tawar akan memakan waktu paling cepat 2 hari sampai Jum'at mendatang. Sebenarnya kapal pengangkut BBM sudah tiba di Muara Tawar, namun terjadi kerusakan pompa untuk memompa BBM ke tanker.Sehingga harus menunggu kapal pengganti yang rencananya akan datang sore ini.
(lih/qom)











































