Harga Minyak Seperti Kolam Ikan
Rabu, 20 Jun 2007 15:20 WIB
Jakarta - Fenomena harga minyak dunia yang cenderung tinggi saat ini dinilai aneh. Pergerakan harga minyak saat ini bagaikan permukaan kolam ikan. Bagai permukaan kolam, jika terjadi kenaikan di satu tempat maka akan mempengaruhi seluruh permukaan sehingga naik juga. Hal tersebut disampaikan Gubernur OPEC untuk Indonesia Maizar Rahman di Departemen ESDM, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (20/6/2007). Harga minyak juga demikian saat ini. Hanya gara-gara ada peningkatan permintaan di Amerika dalam rangka liburan, harga minyak tanah di daerah lain ikut terseret naik. Kenaikan permintaan di Amerika disebabkan karena saat ini sedang musim liburan, sehingga banyak orang yang berpergian. Dengan begitu, kebutuhan bensin pun meningkat. "Sekarang ini karena musim drive, orang butuh bensin. Karena bensin meningkat maka dibutuhkan minyak mentah yang menghasilkan itu makanya jadi tren," ujarnya. Yang lucu lagi, kenaikan permintaan terjadi di sektor hilir, dalam hal ini bensin sebagai produk olahan minyak mentah. Bukan untuk permintaan minyak mentahnya. Karena itulah, OPEC hingga saat ini belum memutuskan akan meningkatkan produksi. OPEC merasa demand dan suplai minyak mentah saat ini masih stabil. "Dari suplai minyak mentah masih seimbang masih cukup jadi OPEC nggak usah meningkatkan produksi. Masalahnya bukan fundamental minyak mentah, tapi gasoline," ujarnya. "Jadi bukannya masalah hulu mempengaruhi hilir, tapi terbalik. Hilir mempengaruhi hulu. Lucu kan," tambahnya.
(lih/qom)











































