Krisis Listrik, PLN Irit BBM

Krisis Listrik, PLN Irit BBM

- detikFinance
Kamis, 21 Jun 2007 10:18 WIB
Jakarta - Menghadapi saat-saat kritis listrik pada beban puncak hari ini, mulai Kamis pagi ini Perusahaan Listrik Negara (PLN) terpaksa mengirit-ngirit BBM untuk PLTGU Muara Tawar (6x140 MW), Bekasi.Pasokan BBM untuk pembangkit tersebut memang sangat mepet karena alat pemompa BBM dari kapal ke tangki penimbun rusak. Sehingga BBM yang tersedia harus diirit-irit.Selain itu, PLN juga banting tulang agar PLTU Cilacap unit 2 (300 MW) bisa beroperasi sore nanti. Saat ini pembangkit tersebut tidak beroperasi karena air laut sedang surut sehingga air pendingin pembangkit kurang."PLN sedang berusaha agar PLTU Cilacap unit 2 (300 MW) sore nanti bisa operasi, dan mengirit pemakaian BBM di Muara Tawar sejak pagi ini sehingga bisa dipertahankan sampai beban puncak nanti," ujar GM Pusat Penyaluran dan Pengaturan Beban (P3B) Jawa Bali Muljo Adji ketika dihubungi wartawan, Rabu (21/6/2007).PLN sangat berharap usaha ini berhasil. Tapi bukan berarti masyarakat bisa berlega hati. Karena status pasokan listrik tetap brown out alias mepet.Masyarakat diminta ikut irit pemakaian kalau tidak mau pemadaman tetap terjadi. Tapi jika pemakaian tidak bisa dikontrol, pemadaman semakin mungkin terjadi.Apalagi jika usaha mengoperasikan pembangkit gagal, maka terjadi defisit 500 MW atau 3 persen dari total kebutuhan Jawa Bali yang mencapai 15.659 MW."Kalau berhasil, maka tidak akan ada pemadaman saat beban puncak hari ini. Tapi kalau gagal, akan ada defisit 500 MW (3 persen dari total kebutuhan Jawa Bali, 15.659 MW). Mohon partisipasi seluruh pelanggan untuk menghemat pemakaian listriknya, sehingga bisa menghindarkan atau meminimalkan kemungkinan adanya pemadaman tersebut," ujarnya. (lih/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads