PTBA Minta Kenaikan Harga Batubara untuk PLTU Suralaya
Sabtu, 23 Jun 2007 12:54 WIB
Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) meminta kenaikan harga pasokan batubara ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya sebesar 6 persen. Namun PT Indonesia Power sebagai operator PLTU Suralaya menolak kenaikan harga tersebut.Hal ini disampaikan Direktur Produksi Indonesia Power Achmad Sadikin, ketika dihubungi detikfinance, Sabtu (23/6/2007).Ia menjelaskan, alasan permintaan kenaikan harga batubara itu karena menyesuaikan dengan inflasi saat ini sebesar 6 persen. Sedangkan Indonesia Power bersikukuh tidak ingin harga batubara naik karena harga jual listriknya tidak naik. Sehingga jika harga batubara naik bisa menambah biaya produksi."Soal PTBA masih rame, nih. Dia minta naik, saya minta enggak. Kita enggak mau naik, TDL (Tarif Dasar Listrik) saja nggak naik. Masa bahannya naik," ujarnya.Sadikin mengakui bahwa harga batubara memang ditinjau setiap tahunnya. Tapi untuk rencana kenaikan kali ini rupanya Indonesia Power merasa keberatan.Saat ini harga batubara yang dibeli Indonesia Power sekitar Rp 251.700 per ton. Harga itupun menurut Sadikin sudah menjadi yang tertinggi dibanding harga batubara lainnya dari Kalimantan.Selain itu, Sadikin juga bercerita bahwa pasokan batubara PLTU Suralaya sejak bulan Mei kemarin turun sekitar 1 juta ton. Dari pasokan biasanya sekitar 1,6 juta ton kini tinggal 600 ribu ton.Namun pengurangan pasokan batubara ini lebih karena minimnya fasilitas pengangkutan batubara lewat kereta api dengan jalur Muara Enim ke Tarahan.
(lih/ir)











































