Mari Sayangkan Mandeknya Pertemuan Negara G-4
Senin, 25 Jun 2007 15:46 WIB
Jakarta -
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu selaku koordinator negara berkembang G-33 menyayangkan tidak terjadinya terobosan (breaktrough) pada pertemuan negara G-4 (Amerika Serikat, Uni Eropa, Brazil dan India) yang dilaksanakan pekan lalu. Meskipun demikian Mari optimistis perundingan WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) menuju perdagangan bebas belum akan mati dan kesepakatan akan tercapai."Sebagai anggota G-33 kita menyayangkan tidak terjadinya breaktrough pertemuan G-4, tapi sekarang yang penting kita kembali ke proses multilateral yang harus dilakukan secara intensif di Jenewa. Kita punya waktu 1 hingga 2 bulan untuk bekerja keras," kata Mari saat konferensi pers usai Trade Ministrial Meeting antara Menteri Perdagangan Indonesia dengan Australia di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta, Senin (25/5/2007).Sebelumnya Direktur WTO Pascal Lamy menyatakan apabila hingga Agustus 2007 belum ada kemajuan apapun, perundingan WTO terancam gagal."Kita akan partisipasi penuh untuk mendorong proses multilateral agar muncul draf maupun task dari kelompok negosiasi yang ada. Kalau itu bisa dilakukan maka kita akan mencapai titik untuk bernegosiasi lagi. Kita optimistis perundingan belum mati, yang terjadi hanyalah kelompok kecil yang tidak mencapai breaktrough," tambah Mari. Sementara Menteri Perdagangan Australia Warren Truss menyatakan pihaknya meminta negara berkembang untuk mengambil inisiatif agar perundingan sukses."Negara berkembang punya kepentingan agar Perundingan Doha ini selesai tepat waktu. Sehingga diharapkan negara berkembang menyediakan inisiatif dan insentif bagi Perundingan Doha. Gagalnya perundingan G-4 merupakan kemunduran proses negosiasi perundingan perdagangan bebas dunia. Kita harus maju untuk negosisasi tingkat multilateral," ujarnya.
(ard/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































