PLN Rugi Rp 11 Miliar Akibat Ledakan GI Setiabudi
Senin, 25 Jun 2007 17:07 WIB
Jakarta - PT PLN (persero) harus menelan kerugian hingga Rp 11 miliar akibat ledakan gardu induk (GI) Setiabudi pada Minggu (24/6/2007). Kerugian itu belum termasuk kesempatan menjual yang hilang sebesar Rp 2,180 miliar untuk 300 MW yang hilang selama 4 jam dan 40 MW selama 50 jam.Kerugian sebesar Rp 11 miliar itu terdiri dari Rp 3 miliar yang merupakan aset PLN Distribusi Jakarata Raya dan Tanggerang (Disjaya) dan Rp 8 miliar sisanya adalah aset Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B).Manager Distribusi PLN Disjaya Moch Sulistyo menyatakannya saat jumpa pers di Kantor PLN Disjaya, Jakarta, Senin (25/6/2007). "Selama 4 jam pertama yang mati sekitar 300 MW, saat ini tinggal 40 MW. Kami usahakan dapat pulih dalam 2-3 hari," ujarnya. Ia menjelaskan, awalnya ada sekitar 170 gardu yang mati dan kini tinggal 38 gardu. Akibatnya, daerah sekitar Kuningan-Setiabudi masih akan mengalami pemadaman hingga 2 hari kedepan. Untuk sementara, PLN akan menyewakan genset untuk menjamin pasokan listrik masyarakat rumah tangga di daerah yang padam. Selain listrik, PLN juga memberikan bantuan air bersih sebanyak 2 tangki ukuran 10.000 liter setiap harinya.
(lih/qom)











































