BNI Kontributor Utama Privatisasi BUMN 2007
Selasa, 26 Jun 2007 10:15 WIB
Jakarta - Pemerintah menargetkan pemasukan privatisasi BUMN 2007 ke APBN sebesar Rp 4,2 triliun hingga Rp 4,5 triliun. Setoran sebesar itu sebagian besar akan berasal dari privatisasi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).Demikian disampaikan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, yang berakhir hingga Selasa dinihari (26/6/2007)."Karena yang besar dari BNI, kita harapkan harga jualnya akan bagus sehingga dari hasil privatisasi BNI saya kira bisa tercapai, tapi tergantung kondisi pasar, kita harapkan pasar bagus seperti sekarang," jelasnya.Sofyan mengatakan bahwa sampai akhir 2007, BUMN yang menyumbang signifikan hasil privatisasi adalah BNI. Oleh karena itu penambahan target privatisasi Rp 1 triliun nampaknya sulit untuk direalisasikan."Tapi saya optimistis mudah-mudahan dapat tercapai dengan harga jual yang bagus," jelasnya.Selain BNI, target privatisasi untuk APBN 2007 diharapkan juga dari PT Iglas, PT Cambrics Primissima, PT Jakarta International Hotel Development Tbk (JIHD), PT Atmindo, PT Intirub, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), PT Kertas Blabak dan PT Kertas Basuki Rahmat.Untuk 6 BUMN di atas selain Iglas dan Cambrics, pemerintah berencana melakukan divestasi dengan menjual seluruh saham di perusahaan minoritas tersebut. "Divestasi terhadap 6 BUMN minoritas ini kita ingin masalah selesai sebelum akhir 2007," tambahnya. Sementara untuk BUMN besar yang akan diprivatisasi tahun ini yaitu BNI, Wijaya Karya dan Jasa Marga, diharapkan sesuai jadwal. "BNI akan roadshow Juli, Jasa Marga Agustus atau September dan Wika diharapkan tidak sampai akhir tahun ini, road show ke Eropa, Amerika dan Asia," jelasnya.
(dnl/ir)











































